/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 18:00 WIB
Bendungan Cariang di Kecamatan Ujungjaya jebol. Petani terancam gagal panen. (Sumedang.go.id)

SUARA SUMEDANG - Bendungan Cariang yang terletak di Kecamatan Ujungjaya, Sumedang diketahui jebol.

Penanganan darurat atas jebolnya bendungan tersebut dilakukan dengan cara membuat bendungan sementara.

Penanganan darurat ini dilakukan agar petani tetap bisa melakukan penanaman di masa tanam musim ketiga di Juli-Agustus.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Camat Ujungjaya, Didin Hermawang yang mengatakan tentang penanganan darurat bendungan yang jebol tersebut.

“Penanganan darurat dilakukan dengan harapan agar petani yang ada di area 1.603 hektar di enam desa, pada musim tanam ketiga ini bisa terlaksana, sekaligus juga mendukung musim tanam pertama yang akan dimulai sekitar bulan Oktober,” kata Didin, dikutip Suara Sumedang (11/7/2023).

Didin juga mengatakan jika upaya perbaikan sudah dilakukan sebanyak lima kali, tiga kali swadaya masyarakat dibantu Pemda serta CKJT dan dua kali oleh Dinas SDA Jawa Barat.

Hasil tersebut belum maksimal, terbukti bendungan tersebut kembali jebol.

Didin menuturkan jika dari pihak Pemkab Sumedang sudah menurunkan tim kaji bencana dari BPBD dan Dinas Pertanian serta ketahanan Pangan.

“Mudah-mudahan dapat segera ditangani penanggulangan darurat, sebagaimana surat kami kepada pak Bupati,” ucap Didin.

Baca Juga: KMSK Deinze Beri Latihan Berat, Marselino Ferdinan Cengar Cengir

Pasca jebolnya Bendungan Cariang ini, petani di enam desa mengalami penurunan panen dan hanya bisa mengantongi panen dua kali dalam setahun.

“Petani butuh air, saat musim kemarau ini kami butuh bendungan supaya air bisa naik ke saluran irigasi,” tutur Didin.

“Kami berharap penanggulangan darurat ini dapat segera terlaksana. Meskipun diperkirakan bendungan sementara akan jebol lagi jika musim hujan,” sambungnya.

Lebih lanjut Didin mengatakan pihak Pemkab memberi bantuan bagi petani terdampak berupa bahan bakar mesin pompa air.

“Perubahan APBD 2023 sudah kami usulkan lagi untuk sembilan desa. Sebelumnya kami ajukan bantuan untuk petani enam desa yang terdampak langsung jebolnya bendungan,” tutupnya. (*)

Load More