SUARA SUMEDANG - DLHK Sumedang membentuk masyarakat peduli api untuk mengantisipasi kebarakaran hutan dan lahan (karthutla).
Kepala Bidang Kehutanan, Wawan Hernawan mengatakan pembentukan kelompok masyarakat peduli api, menjadi penting mengingat saat ini masuk musim kemarau.
Di musim kemarau disebutkan oleh Wawan, rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Upaya antisipasi selain membuat sekat bakar di areal Gunung Palasari, kami juga akan membentuk kelompok masyarakat peduli api,” kata Wawan.
Pihaknya juga melibatkan kelompok masyarakat hutan dan warga sekitar Gunung Palasari.
Hal ini juga dilakukan sebagai upaya menumbuhkan rasa tanggungjawab di kalangan masyarakat, agar turut serta memperhatikan kondisi lingkungan.
Memperhatikan lingkungan ini, khususnya ada kebakaran dan juga menjalin kerjasama dengan penyuluhan lingkungan dalam hal pembinaan.
“Dengan adanya kelompok ini minimal mereka paham bagaimana mencegah dan mengantisipasi ketika terjadi kebakaran hutan,” ucap Wawan. (*)
Baca Juga: Polemik Tragedi Kanjuruhan, Erick Thohir Angkat Bicara dan Sebut Mendorong Hukuman Maksimal
Berita Terkait
-
Alhamdulillah, Rizky Billar Bersyukur Lagu Baru Lesti Kejora Bisa Menduduki Posisi Ini
-
Terungkap, Hengkangnya Amanda Manopo dari Sinetron Cinta Tanpa Karena Ada Sesuatu Terjadi di Pihak Dalam, Cek Fakta!
-
Dewi Perssik Lagi-lagi Sindir Lesti Kejora Jebolan Tak Tahu Diri, Usai Hengkang dari Indosiar Pindah ke MNCTV, Benarkah?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi