SUARA SUMEDANG - Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan memiliki sebuah pandangan, mengapa tim besar bisa terpuruk saat mengarungi kompetisi Liga 1.
Pelatih yang sering disapa Coach RD itu, mengatakan jika penyebabnya tim besar terpuruk adalah regulasi pemain asing dan pemain muda U23.
Menurutnya dengan adanya perubahan regulasi tersebut, ia menilai ada perubahan dari sisi persaingan antar tim.
Di kompetisi musim sebelumnya persaingan dalam Liga 1 menjadi milik tim besar, seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya dsb.
Namun di awal musim 2023/2024, persaingan menjadi lebih ketat. Alhasil, tim-tim yang sebelumnya berkutat di zona degradasi mampu bertengger di puncak klasemen, misal Dewa United, RANS NUSANTARA FC.
Kata RD, peta persaingan tim berubah dengan adanya regulasi 5+1 dari yang sebelumnya 3+1. Hal tersebut, membuat setiap kontestan Liga 1 berburu pemain asing berkualitas untuk meningkatkan level tim.
“Dengan adanya enam pemain asing di setiap klub, sekarang sangat sulit melihat siapa klub yang paling dominan. Karena semua hampir merata,” kata RD.
Ia menjelaskan adanya perubahan regulasi ini, membuat sulit membaca kekuatan tim lainnya karena sama.
“Penambahan regulasi ini bisa mengubah peta kekuatan atau mengubah pengamatan yang salah dalam melihat hal yang berkaitan dengan satu tim, karena sama,” ungkapnya.
Ketika disinggung soal diharuskan memainkan pemain muda, RD menyebut jika tidak ada masalah dengan regulasi tersebut.
“Sejauh ini tidak ada masalah, bahkan pemain kita (Barito Putera) yang U23 Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi kami mainkan,” kata RD.
“Menurut saya, memenuhi standar Liga 1 punya progres kualitas,” tutupnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bongkar Dualisme Film Para Perasuk
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
Pegawai BPS Asal Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
Jangan Tunggu Parah! Pentingnya Deteksi Dini Jantung yang Sering Disepelekan Pasien
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Assassins Creed Black Flag Resynced Rilis Juli 2026, Hadirkan Mekanisme Anyar
-
Kuota, Sinyal, dan Ketimpangan yang Tak Pernah Masuk Kebijakan