Rencana ini sudah dibahas dan diberlakukan mulai tanggal 1 September 2022.
Ini berlaku pada beberapa jenis kendaraan bermotor saja yang tidak bisa membeli BBM jenis pertalite di SPBU pertamina.
Rata – rata kendaraan bermotor ini sudah menggunakan mesin yang tidak seharusnya menggunakan pertalite dengan RON 90.
Pertalite hanya diperuntukkan kendaraan dengan kompresi mesin rasio 9:1 hingga 10:1.
Sedangkan kendaraan bermotor di bawah ini sudah punya kompresi rasio yang lebih dari itu.
Penerapan aturan mengenai pembatasan pembelian BBM jenis pertalite ini sudah dibahas dan menuggu revisi Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014.
Jika sudah disetujui oleh presiden, maka rencananya aturan pembatasan ini sudah bisa mulai diterapkan pada September 2022.
Menurut BPH Migas Saleh Abdurrahman, usulan dari aturan ini berisi mobil di atas 1.500 cc dan motor 250 cc tidak diperkenankan membeli BBM jenis pertalite.
Hingga saat ini pembatasan pembelian BBM jenis pertalite dan solar subsidi sudah mengerucut berdasarkan mobil dan motor dengan kriteria tertentu.
Baca Juga: Harga Pertalite dan Pertamax Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru per Provinsi
Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjalankan pemakaian BBM bersubsidi secara tepat sasaran.
Dengan terbitnya aturan pembatasan ini diharapkan tidak semua mobil-mobil mewah mengisi BBM subsidi jenis pertalite dan solar subsidi.
Tapi tenang saja, motor dengan mesin 125 cc masih bisa isi pertalite.
Hanya mobil dengan dengan spesifikasi mesin lebih dari 1.500 cc dan motor dengan spesifikasi mesin 250 cc tidak boleh menenggak pertalite.
Untuk sementara sepeda motor dengan spesifikasi mesin di bawah 250 cc, angkutan umum, angkutan logistic masih tetap diberikan subsidi.
Walaupun mungkin akan ada perubahan untuk nilai subsidinya.
Pertamina sendiri saat ini mewajibkan masyarakat untuk membeli BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina yang dimaksudkan agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Jika anda pemilik kendaraan baik motor maupun mobil yang punya spesifikasi mesin di atas yang sudah disebutkan lebih baik anda mulai beralih ke BBM non subsidi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
4 Shio yang Beruntung Selama 25-31 Mei 2026, Banyak Hal Baik Terjadi
-
Apa Itu Obligasi Daerah? Skema yang Ingin Diterapkan Herman Deru di Sumsel
-
Tragis! Jenazah Anak Perempuan Ditinggalkan dengan Surat Haru, Warga Gotong Royong Urus Pemakaman
-
Nikmati Masa Pensiun, Viktor Axelsen Kini Fokus Keluarga dan Bisnis Investasi
-
Momen Makan Daging Saat Idul Adha Bikin Khawatir Kolesterol? Begini Cara Menyiasatinya
-
CFD Palembang Kian Ramai Setiap Pekan, Benarkah Masih Nyaman untuk Olahraga?
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?