Dugaan pengeroyokan ini dilakukan oleh oknum senior mahasiswa.
Diduga oknum ini merupakan panitia Penganalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UINSA tahun 2022.
Pengeroyokan berujung penganiayaan mengakibatkan terdapat luka tusuk di bagian kepala dan tubuh mahasiswa berjumlah 3 orang.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Wonocolo dan masih dalam tahap pemeriksaan.
Kanitreskrim Polsek Wonocolo AKP Ristitanto mengaku sudah menerima laporan ini dan sedang menindaklanjuti.
M, salah satu korban penganiayaan bercerita bahwa aksi ini dilakukan pada Kamis (1/9/2022) pada sekitar pukul 17.15 WIB. Lokasi penganiayaan masih berada di Kawasan kampus.
Awalnya ketiga korban tengah melakukan pengibaran salah satu bendera organisasi mahasiswa eksternal.
Kemudian panitia PBAK tersebut mendatangi korban dan menanyakan izin pengibaran bendera.
Kemudian senior yang juga merupakan anggota senat mahasiswa tidak memberikan jawaban yang solutif dan malah menyuruhnya untuk menanyakan ke atasan yaitu senat mahasiswa.
Baca Juga: 6 Tips Memulai Usaha dengan Merekrut Karyawan, Jaga Rahasia!
Lalu panitia PBAK sempat memperingatkan bahwa jika terjadi sesuatu, dia tidak akan bertanggung jawab lalu meninggalkan korban.
Selang beberapa menit muncul sekitar 20 orang dari panitia PBAK, senat, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa yang menanyai izin pengibaran bendera. Kembali lagi korban menanyakan perihal prosedur.
Sedangkan para senior tidak bisa membuktikan. Mereka langsung memukul dan terjadi keributan.
Keributan berakhir saat pihak keamanan kampus dating dan para korban diselamatkan petugas keamanan kampus.
Menurut Koordinator Bidang KErja Sama, Kelembagaan, dan Humas UINSA Akhmad Firdausi menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman antara panitia PBAK dengan korban.
Kesepakatan awal saat pelaksanaan PBAK hanya boleh menggunakan atribut kampus dan fakultas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar