Dalam sebuah video yang beredar di internet, perempuan ini menuliskan bahwa seorang istri polisi harus bergaya compang-camping.
Selain itu ia juga menulis bahwa istri polisi tidak boleh hedon dan tidak boleh memakai tas mahal.
Dalam videonya ia juga menyebutkan jika istri polisi terlahir dari keluarga kaya tetap harus terlihat gembel.
Kemudian ia juga menyebut nama Jaja Shohib yang diduga menyindir Najwa Shihab.
Maafkan aku mbak Jaja Shohib, kita enggak boleh punya usaha kita enggak boleh kaya, begitu tulisan di videonya.
Ia juga menyindir kalau hanya mbak Jaja Shohib saja yang boleh kaya raya di negara ini, yang lain tidak boleh.
Dia juga menunjukkan tas warna hitam dan menyebutkan bahwa tas tersebut dibeli di Pasar Gembrong.
Video yang viral ini mengundang banyak reaksi dari warganet.
Banyak warganet yang malah menyerang orang ini karena terkesan melebih-lebihkan.
Baca Juga: Gara-gara Asap Bakar Ilalang, 13 Kendaraan Saling Tabrak di Tol Trans Jawa
Selain itu ada warganet yang berkomentar pedas, kalau benar dari hasil sendiri snggak masalah dong, santai aja sama ucapan yang dilontarkan oleh mbak Nana.
Warganet juga setuju kalau ibu ini merasa tersindir berarti dia memang melakukannya.
Ada beberapa warganet yang juga mengingatkan kalau nanti-nanti suaminya menanggung malu karena ulah dirinya.
Ada yang mengingatkan kalau nanti karier suaminya hancur gara-gara kelakuan istrinya.
Banyak juga yang malah mendukung mbak Nana daripada lulusan SMK yang langsung bisa jadi polisi.
Seperti berita sebelumnya, Najwa Shihab kembali memberikan kritikan dan sindiran tegas yang ditujukan kepada anggota kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga