Uji coba tetap berjalan di Solo dan Denpasar. Pihaknya akan melihat perilaku dari pelanggan seperti apa, lalu pihaknya akan mencatat kelemahannya seperti apa, kelebihannya apa, dan nanti akan dijadikan laporan kepada pemerintah.
Adi menjelaskan program konversi kompor LPG ke kompor listrik memang dibatalkan atas himbauan pemerintah melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dengan begitu rencana pengadaan kompor listrik induksi yang ditargetkan bisa mencapai 300 ribu unit untuk 15.3 juta pelanggan juga dibatalkan.
Adi menyebut PLN masih melihat ada peluang untuk pengembangan kompor listrik.
Inilah mengapa kemudian PLN diminta untuk melakukan uji coba atau pilot project di kedua kota tersebut.
Program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik atau kompor resmi akhirnya dibatalkan. Hingga saat ini belum ada kelanjutan dari program ini.
Hal ini langsung disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury di Sarinah, Jakarta Pusat pada Rabu (28/9).
Pahala juga mengkonfirmasi program uji coba yang tengah berjalan ini juga dihentikan.
Pahala tidak berkomentar banyak mengenai kompor listrik yang sudah dibagikan ke masyarakat dalam rangka uji coba. Pihaknya mengembalikan ini kepada PLN.
Baca Juga: Selain Obat Untuk Menurunkan Kolesterol Yang Tinggi Bisa Juga Dengan Mengkonsumsi Jus buah!
Keputusan pemerintah Indonesia membatalkan program pengalihan kompor LPG ke kompor listrik usai mendapatkan respon masyarakat.
Menurut pengamat, proses perencanaan kebijakan ini terlalu dipaksakan, tergesa - gesa, dan dilakukan secara elitis.
Pemerintah lebih baik mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari tahu masalah apa saja yang muncul jika rencana ini dilakukan.
Awalnya rencana ini digaung-gaungkan dengan dalih penghematan biaya.
Program konversi ini dilakukan untuk mengurangi beban subsidi LPG yang mencapai Rp. 700 triiliun setiap tahunnya dan upaya untuk mengatasi kelebihana pasokan listrik.
Sebelumnya pemerintah mengatakan akan memberikan 300.000 unit paket kompor gratis ke masyarakat tahun ini. Pemerintah juga telah melakukan uji coba di kota Solo dan Denpasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026
-
5 HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB yang Pas untuk Multitasking, Performa Stabil
-
Bukan Visual Mewah, Justin Bieber Viral di Coachella Hanya Gara-gara Putar Video YouTube Lama!
-
Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026 dari Pertalite, Pertamax hingga Dexlite
-
Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan
-
Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?
-
Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'
-
Guru di Bogor Ungkap Manfaat Papan Digital Interaktif: Murid Lebih Semangat dan Tidak Bolos Sekolah