Kepala Divis Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan ke depan pihaknya akan lebih mengedepankan steward daripada menggunakan gas air mata dalam mengamankan pertandingan.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi menggunaan peralatan-peralatan pengendali massa dan peralatan yang dapat memprovokasi massa.
Irjen Dedy juga menegaskan bahwa keputusan tersebut sebagai upaya untuk memperbaiki regulasi keselamatan dan keamanan.
"Ke depannya, untu pengamanan, kami lebih mengedepankan steward. Untuk penggunaan gas air mata, kemudian peralatan-peralatan pengendali massa, dan peralatan-peralatan yang dapat memprovokasi massa di stadion, itu tentunya tidak digunakan kembali," kata Dedi.
Dedi mengungkapkan bahwa terkait dengan perbaikan regulasi, pihaknya akan merujuk pada regulasi kemanan yang dikeluarkan FIFA.
"Lembaga Polri sudah membuat suatu regulasi bagaimana keselamatan dan keamanan menjadi hal yang mutlak di dalam pengamanan setiap pertadingan," kata Dedi.
Lebih lanjut, Polri sendiri dikabarkan telah mengatur regulasi keamanan untuk pertandingan dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, nasional, bahkan sampai internasional.
Dedei menegaskan, pihaknya akan lebih memprioritaskan keselamatan dan keamanan.
"Mulai dari pertandingan tingkat desa pun sudah kami atur, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, sampai tingkat nasional, bahkan sampai tingkat internasional, semua standar pengamanannya sama. Baik kepada penonton, kemudian kepada pemain, ofisial, termasuk perangkat pertandingan, dan aparat keamanannya itu sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Kandasnya Sepak Terjang Apin BK, Bandar Judi Kelas Kakap yang Dijemput Kapolri
Dedi juga menyampaikan komitmen Kepala Kepolisian Negara Rebuplik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigir Prabowo yang berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dengan segera, dan melakukan perbaikan terkait regulasi dan keselamatan serta kemanan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut sudah dalam tahap proses.
Sementara itu, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF menilai tidak adanya sinkronisasi antara regulasi kemanan FIFA dan peraturan Kapolri dalam penanganan pertandingan sepak bola.
TGIPF juga menemukan pelanggaran yang dilakukan aparat keamanan terkait penembakan gas air mata ke tribun penonton. Oleh karena itu, TGIPF juga meminta Polri dan TNI untuk segera menindaklanjuti penyelidikan terhadap aparat Polri dan TNI serta pihak-pihak yang melakukan tindakan yang berlebihan pada tragedi Kanjuruhan, Malang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Harga Plastik Makin Tinggi, Coba 7 Alternatif Wadah Makanan Pengganti yang Aman
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Diancam Fisik hingga Disogok Uang
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia U-17: Prediksi Line Up dan Taktik Garuda
-
Novel Nyai Dasima: Dilema Nyai Dasima di Antara Dua Dunia Kelam
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Pengusaha Kopi Dikhianati Menantu Sendiri, Rp4,7 Miliar Raib, Diduga Mengalir ke Wanita Lain