Hal ini merupakan sebuah tindakan kewaspadaan dengan adanya kasus gangguan ginjal akut progresif tipikal yang menyerang mayoritas anak-anak di Indonesia.
Instruksi pelarangan penjualan obat jenis sirup dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang ditandatangani oleh Murti Utami sebagai Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Instruksi menindaklanjuti mengenai banyaknya laporan kasus gangguan ginjal skala akut yang misterius dan banyak menyerang anak-anak terutama balita.
Lonjakan kasus bulanan tertinggi terjadi pada periode bulan September 2022 dengan jumlah 81 kasus gangguan ginjal akut.
Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia kasus terbanyak ditemukan di Jakarta dengan 50 kasus, Jawa barat dan juga Jawa timur
Untuk sementara waktu, Kemenkes meminta tenaga medis untuk tidak meresepkan obat dalam bentuk cair. Langkah pencegahan ini harus dipatuhi semua pihak untuk keamanan masyarakat.
Seluruh apotek di Indonesia diminta untuk sementara waktu tidak menjual obat-obatan bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.
Selain itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga menyampaikan panduan bagi masyarakat terkait bagaimana cara mengkonsumsi obat sirup yang aman dan terhindar dari bahan cemaran yang membahayakan kesehatan.
Masyarakat dihimbau untuk menggunakan obat dengan benar dan tidak melebihi aturan pakai. Selain itu masyarakat juga perlu membaca dengan seksama peringatan dalam kemasan dan menghindari obat yang sudah terbuka dan disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Ferdy Sambo Digelar Hari Ini dengan Agenda Pembacaan Tanggapan Eksepsi Terdakwa
BPOM juga meminta masyarakat untuk mengkonsultasikan kesehatan mereka apabila dalam jangka waktu tiga hari tidak mengalami perubahan terutama jika menggunakan obat bebas pada upaya pengobatan sendiri.
Sejumlah masyarakat daerah juga turut menginformasikan surat edaran ini kepada warganya untuk semakin berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan bebas terutama yang berbentuk sirup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga