Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Kamis, Dikatakannya, ada 95 orang dari 23 tetangga yang mengungsi.
Mereka pergi ke meunasah setempat. “Banjir terjadi akibat hujan deras disertai hujan pada Rabu (19/10) pukul 16.30 WIB yang menyebabkan puluhan rumah terendam air.
Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa,” ujarnya. Ashadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengelola warga.
Petugas lapangan juga terus mendata warga dan rumahnya yang terdampak banjir.
Di berbagai titik di kawasan itu, kata dia, banjir berangsur surut.
Namun, kemungkinan gempa susulan bertahan karena hujan lebat masih diperkirakan di wilayah Kabupaten Aceh Timur hingga beberapa hari ke depan.
"Kami memiliki agen di lapangan. Kami mengingatkan warga untuk waspada gempa susulan Segera informasikan jika diperlukan evakuasi,” kata Ashadi.
Selain banjir, bencana alam akibat kondisi cuaca ekstrim juga terjadi di Kabupaten Aceh Timur, tiga unit Rumah warga rusak parah akibat tumbangnya pohon kelapa.
“Pohon tumbang memaksa evakuasi enam warga satu rumah.
Baca Juga: Membandingkan Keperkasaan Si Kadal Purba, Ulasan Pertarungan Dinosaurus
Pohon tumbang akibat angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (19/10)
pukul 17:30 WIB;' Dia berkata.
Lalu mengatakan tiga rumah tertimpa pohon, yakni dua rumah di Desa Teupin Breuh,
Kecamatan Simpang Ulim, dengan enam orang terdampak. Begitu juga di Desa Seuneubok, Aceh, Kecamatan Darul Aman, tidak ada pengungsi karena kerusakannya sedang.
"Tim BPBD Kabupaten Aceh Timur tiba di lokasi untuk membantu mengeluarkan material dari pohon." dia terjatuh dan membantu memperbaiki kerusakan rumah tersebut,” kata Ashadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Ingin PI 10 Persen
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
7 Foundation Full Coverage Anti Crack, Makeup Tetap Mulus Meski Berkeringat
-
Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?
-
KPK Datangi Kantor Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Ada Apa?
-
Datangi Gubernur, Ribuan Warga Badui Desak Kelestarian Hutan Lindung Banten Tetap Terjaga
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Sempat Lumpuh 3 Jam, Arus Lalu Lintas Cibeber-Cianjur Kini Sudah Bisa Dilalui Kedua Arah
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Sinopsis We Are Worse at Love than Pandas, Drama yang Dibintangi Ikuta Toma