/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:21 WIB
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir; Siaga bencana hidrometeorologi (Pemkab Sumedang)

SuaraSumedang.id - Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, tercatat sudah ada 5 kejadian longsor pada bulan Oktober 2022.

Adapun mengenai titik longsor itu tersebar di lima kecamatan, di antaranya Cimanggung, Pamulihan, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, dan Ganeas.

Oleh karena itu, bencana hidrometeorologi berupa longsor itu menjadi satu di antara yang harus diwaspadai oleh masyarakat Kabupaten Sumedang, seiring dengan meningkatkan intensitas hujan belakangan ini.

Mengingat, kondisi letak geografisnya yang didominasi dengan pegunungan dan perbukitan, sehingga menjadi rawan terjadi bencana hidrometeorologi tersebut.

Sebagaimana mengutip laman bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis mengenai kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem hingga sepekan kedepan dari 15-21 Oktober 2022.

BMKG juga memprediksi potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai dengan kilat/petir serta angin kencang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

Sebagai upaya mengantisipasi dari dampak bencana tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya.

Sebagaimana dilihat dari postingan Bupati Sumedang di akun Instagram @donyahmad.munir, berdasarkan prediksi BMKG cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Sumedang.

Sekolah-sekolah, komunitas agar menunda kegiatan-kegiatan outdoor di zona sungai/air terjun/danau saat musim penghujan yang sedang mengalami curah ekstrem ini.

Baca Juga: Momen Arya Saloka Salting dengan Amanda Manopo pada Perayaan 2 Tahun Ikatan Cinta: Cemburu Beneran Nggak tuh

"Untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, gerakan tanah/longsor, dan angin puting beliung pada musim ini, ditetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Sumedang," tulis Dony di Instagram pribadinya.

Ia meminta semua unsur harus mampu mempersiapkan penanggulangan bencana dengan standar dan prosedur kesiapsiagaan.

Untuk pencegahan dini bencana telah dipasang alat pengukur curah hujan dan Early Warning System (EWS) Peringatan Dini Risiko Bencana Iklim di beberapa titik. CALL CENTER 24 JAM @bpbdsumedang-08112065733.(*)

Load More