Kongres Luar Biasa PSSI yang direncanakan akan digelar pada bulan November 2023 kini bisa jadi digelar lebih cepat dari rencana awal. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan membeberkan alasannya.
Iwan Bule, sapaan akrab Ketum PSSI mengatakan, percepatan gelaran kongres PSSI ini untuk menghindari perpecahan di dalam anggotanya.
Sebenarnya, kata Iwan, jika melihat ketentuan berdasarkan Statufa PSSI, Kongres Luar Biasa baru bisa akan digelar jika permintaan tersebut mencapai kuota 2/3 atau 50 persen anggota PSSI.
Belum cukup sampai di situ, kata dia, setelah permintaan tersebut telah mencapai batas ketentuan, selanjutnya Kongres Luar Biasa juga baru bisa digelar setelah 3 bulan penerimaan permintaan tersebut.
Sementara itu, untuk saat ini baru ada dua klub yang menyurati PSSI untuk menyelenggarakan KLB yakni Persebaya Surabaya dan Persis Solo.
"Tahapan Kongres Luar Biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres," kata Ketua Umum PSI Mochamad Iriawan, diunggah di akun Youtube PSSI
TV, Sabtu (29/10/2022).
"Adapun alasan PSSI untuk mempercepat KLB, yang normalnya akan digelar pada November 2023, adalah demi mencegah
perpecahan di kalangan anggotanya," imbuhnya.
Keputusan PSSI untuk mempercepat penyelenggaraan KLB pun merupakan hasil rapat Exco di Kantor PSSI pada Jumat (28/10/2022) kemarin. Hasil tersebut juga salah satunya dengan mempertimbangkan surat dari dua anggotanya yakni Persebaya dan Persis Solo yang mengirim surat beberapa waktu lalu.
"Exco PSSI memutuskan mempercepat KLB pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya. Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan di antara para anggotanya dan karena Exco PSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voter) yang mewakili anggota PSSI," kata Mochamad Iriawan menjelaskan.
PSI pun berharap, keputusan untuk mempercepat KLB dapat menjadi pertimbangan semua pemangku kepentingan agar membantu bergulirnya kembali Liga 1, 2 dan 3 musim kompetisi 2022-2023.
Baca Juga: Conten Creator Clara Shinta Diduga Pelakor! Buntut Kasus Viral di Sosmed
Desakan kepada PSI untuk segera menggelar KLB awalnya datang dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Pemerintah Indonesia menyusul terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan
-
Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas
-
Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah
-
Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?
-
5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17
-
Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?
-
5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot
-
Kekayaan Bos Green SM yang Taksinya Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya