Eksepsi tersebut dibacakan oleh kuasa hukumnya, Junaedi Saibih. Memint supaya majelis hakim menuruti permintaan untuk membebaskan Arif dari seluruh dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntun Umum batal demi hokum atau sekurang-kurangnya tidak dapat diterima sebab penyidikan dalam proses penuntutan terdakwa Arif Rchman Arifin dilakukan dengan cara tidak sah,” jelas tim kuasa hokum Arif di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pihak kuasa hokum Arif Rachman menjelaskan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak sah. Oleh karena itu, Arif harus bebas dari dakwaan tersebut.
“Terdakwa Arif Rachman dibebaskan dari semua dakwaan yang dijatuhkan serta melepaskan terdakwa dari tahanan,” tambah kuasa hokum Arif.
Tidak berhenti disitu saja, kuasa hokum Arif juga meminta kepada majelis hakim untuk memulihkan harkat serta martabat kliennya. Pihak kuasa hokum juga berharap hakim memberikan keputusan yang seadil-adilnya.
“Mengembalikan harkat dan martabat Arif Rachman Arifin dan juga memberikan penanggungan biaya tindak perkara seluruhnya kepada Negara atau jika yang mulia Majelis Hakim memiliki pandangan lain, kami memohon Majelis Hakim memberikan keputusan yang seadil-adilnya,” jelas kuasa hokum Arif, Junaedi Saibih.
Arif Rachman merupakan salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J yang mana berperan mematahkan laptop milik Baiquni Wibowo yang memuat salinan video rekaman CCTV di sekitar Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Salinan rekaman tersebut merupakan bukti penting yang menampilkan Yosua masih hidup ketika Ferdy Sambo tiba.
Tanggal 14 Juli 2022 malam, Arif Rachman dihubungi oleh Hendra Kurniawan atas perintah Ferdy Sambo untuk memusnahkan seluruh perangkat yang menyimpan file video rekaman CCTV.
Baca Juga: Paham Radikal Tak Sesuai dengan Indonesia, Kapolri Minta Masyarakat Sebarkan Moderasi Beragama
“Rif, perintah Kadiv sudah dilaksanakan atau belum?” Hendra bertanya kepada Arif dalam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022).
“Sudah dilaksanakan komandan,” jawab Arif Rachman.
Tanggal 15 Juli 2022, Arif mematahkan laptop milik Baiquni menjadi beberapa bagaian. Lalu dimasukkan ke dalam kantong berwarna hijau dan disimpan dikediamannya.
Dua minggu kemudian, Arif menyerahkan barang bukti tersebut secara sukarela setelah Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI
-
Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai
-
BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn
-
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai
-
Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI
-
8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau