Menurut saksi mata yang berada di sekitar tempat kejadian, jumlah kerumunan yang datang di pesta Halloween tersebut melonjak sejak 3 jam sebelum kejadian terjadi. Lebih dari 100 ribu orang tumpah ke jalanan untuk merayakan pesta Halloween pertama kali sejak dilakukan pembatasan akibat COVID-19 di Korea Selatan.
Menurut seorang saksi mata, Raphael Rashid, dikuti dari Hops.id, dia telah tiba di tempat tersebut sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Dia melihat dengan jelas bahwa ada banyak orang yang berada di tempat yang sama. Itu mungkin adalah jumlah orang paling banyak yang pernah dia lihat di Itaewon. Kerumunan semakin banyak seiring berjalannya waktu.
Menjelang jam 10 malam, ada banyak orang dan terjadi sesuatu yang tidak beres. Ada puluhan ribu orang sampai saksi mata tergencet di trotoar dan harus berjalan ke jalan dimana ada mobil.
Pada saat itu terdengar banyak pemadam kebakaran, ambulans, dan polisi yang berusaha menerobos kerumunan. Tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang terjadi saat itu, tapi sudah banyak mobil polisi di depan stasiun Itaewon dan menyuruh orang-orang untuk sesegera mungkin pergi dari tempat tersebut.
Menurut saksi mata lainnya, dia berada di daerah Itaewon dan sedang minum-minum di salah satu bar. Dia melihat di luar bar sudah banyak orang yang melakukan CPR di jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Korea Selatan terkait kejadian Halloween maut di Itaewon. Penyebab pasti dari kejadian ini juga belum diketahui.
Dari video amatir yang beredar di internet, terlihat orang-orang berdesakan bahkan sulit untuk bergerak. Banyak yang mengatakan korban tewas karena terinjak-injak dan kehabisan oksigen di gang-gang kecil daerah Itaewon. Ada juga korban tewas yang disebabkan oleh henti jantung.
Baca Juga: Cerita Lettu CPL Arifin: Dulunya Sopir, Kini Jadi Lulusan Terbaik Akmil Jepang
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Roda Tiga untuk Lansia: Stabil Dikendarai, Rem Pakem
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
-
Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Unik! Pedagang Es Teller di Pekalongan Pakai Daun Pisang Imbas Harga Plastik Naik, Ini 5 Faktanya
-
Bye Closed Komedo tanpa Perih! 4 Peeling Serum Tri-Acid Murah Rp40 Ribuan
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Milia di Wajah Bisa Hilang? Ini 7 Skincare yang Bisa Dicoba Biar Halus dan Glowing