Satuan Tugas Transformasi Sepak Bola Indonesia yang terdiri dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Pemerintah, dan Kepolisian, Klub Peserta, dan Perwakilan para Suporter kembali menggelar rapat untu membahas hasil temuan mereka di lapangan.
Rapat tersebut di gelar di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta pada Senin, 8 Oktober 2022. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Adapun tugas dari pada satuan tugas transformasi sepak bola Indonesia antara lain:
- Rumusan yang tepat untuk tata kelola sepakbola Indonesia
- Sinkroninasi peran dan tanggung jawab dari setiap pemangku kepentingan sepakbola (PSSI, pemerintah dan kepolisian, klub peserta, dan penonton)
- Perbaikan manajemen infrastruktur, pengamanan/penyelamatan, manajemen kerumunan, dan manajemen penonton
- Edukasi sepakbola
Perwakilan dari Kementerian/Lembaga, Polri dan PT LIB telah menyampaikan laporan tentang hasil kerja masing-masing.
Laporan pertama datang dari Kementerian PUPR RI, dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa setidaknya ada 22 stadion yang akan didahulukan untuk dilakukan renovasi.
Perbaikan tersebut didasarkan pada faktor terutama stadion-stadion yang mempunyai potensi penonton yang banyak karena memiliki basis suporter yang luas terutama pada pertandingan-pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Selain itu karena stadion-stadion ini memiliki kapasitas penonton yang banyak juga.
Setiap departemen sudah berkoordinasi dan memberikan laporan kepada secretariat Satgas. Dari PUPR sendiri telah menyusun 3 (tiga) tim sampai tingkat daerah dengan rencana kerjanya. Dari Polri juga telah selesai dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi oleh berbagai stake holders, termasuk kordinasi dengan Interpol terkait pengamanan Piala Dunia Qatar 2022 dan Olimpiade 2024 di Paris.
Mulai tanggal 9 November, tim Satgas akan bekerja di Crisis Center di GBK Arena yang disiapkan oleh Kemenpora. Setiap hari tim Satgas akan mematangkan rumusan tentang perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia.
Baca Juga: Datangi Ketum PSSI, APPI Minta Kompetisi Segera Bergulir
Mochamad Iriawan menjelaskan bahwa tugas Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia ini juga salah satunya untuk mengkoordinasi hasi kerja daripada departemen.
“Satgas ini memiliki tugas untuk memperbaiki dan membenahi tata kelola sepakbola Indonesia. Untuk itu, setiap departemen harus mengoordinasikan hasil kerja dengan departemen lain di dalam Satgas,” kata Iriawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
5 Motor Listrik Bekas Jarak Tempuh Jauh, Torsi Besar Cocok untuk Tanjakan
-
Sinopsis Sacred Jewel, Ahn Bo Hyun Dapat Misi Berbahaya untuk Mencari Relik Suci
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Arsenal vs Sporting CP Malam Ini
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Diacuhkan
-
Laptop AI Intel Core Ultra Series 3 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Keunggulan dan Daftar Mereknya
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah
-
Prediksi Arsenal vs Sporting CP: Modal 1-0 Belum Jamin The Gunners ke Semifinal
-
Bukan Skincare Mahal, Ini 7 Produk yang Dipakai Influencer Palembang agar Glowing di Cuaca Panas
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan