- Tim Polres Metro Bekasi berhasil menemukan seorang remaja putri berinisial B dalam kondisi selamat di Stasiun Cibitung, Bekasi.
- Korban dilaporkan hilang selama 13 hari setelah meninggalkan rumah akibat perselisihan keluarga di Desa Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi.
- Polisi berhasil melacak keberadaan korban menggunakan teknologi pelacak sinyal telepon genggam setelah menerima laporan dari pihak keluarga.
Suara.com - Tim Polres Metro Bekasi berhasil melacak lokasi sekaligus menemukan seorang remaja berinisial B (15) yang dilaporkan hilang selama 13 hari dalam keadaan selamat di Stasiun Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Penemuan ini mengakhiri masa penantian panjang dan penuh kecemasan pihak keluarga yang kehilangan kontak dengan siswi kelas XI SMK tersebut sejak dua pekan lalu.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengungkapkan, korban sebelumnya dilaporkan ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Bekasi bahwa remaja putri itu meninggalkan rumah sejak dua pekan lalu usai insiden bertengkar mulut.
Terhitung saat itu, korban menghilang tanpa diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga maupun kerabat dekatnya.
Penyelidikan mendalam segera dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap latar belakang perginya remaja tersebut dari kediamannya di Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota.
"Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa kejadian ini bermula dari percekcokan antara korban, yang merupakan siswa kelas XI SMK, dengan saudaranya di rumah. Dalam suasana emosi, sang ibu sempat mengusir anak tersebut," kata Aliyani sebagaimana dilansir Antara, Rabu (15/4/2026).
Sebelum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, keluarga korban telah berupaya maksimal melakukan pencarian secara mandiri ke berbagai lokasi yang sering dikunjungi korban.
Pihak keluarga telah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari menanyakan ke sekolah, teman-teman, hingga lokasi praktik kerja lapangan korban, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas.
Merespons laporan kehilangan orang tersebut, jajaran Polres Metro Bekasi langsung mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan personel terbaik.
Baca Juga: Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
Menerima laporan itu, petugas bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk menelusuri keberadaan remaja hilang tersebut hingga berhasil menemukan titik koordinat anak menggunakan teknologi pelacak lokasi dari signal telepon genggam yang digunakan si anak.
Pemanfaatan teknologi pelacakan sinyal ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian yang dilakukan di tengah padatnya aktivitas masyarakat di wilayah Bekasi.
"Penelusuran akhirnya mengarahkan petugas ke Stasiun Cibitung, tempat B ditemukan dalam kondisi sehat," ujar Aliyani mengenai lokasi penemuan korban yang berada di salah satu pusat transportasi publik tersebut.
Saat proses penemuan di lapangan, tim kepolisian mengedepankan prosedur yang ramah terhadap anak guna menjaga kondisi psikologis korban.
Petugas melakukan pendekatan persuasif kepada remaja tersebut. Melalui komunikasi humanis serta mediasi emosional, korban akhirnya bersedia kembali pulang, setelah mengetahui ibunya telah mencari selama hampir dua pekan dengan penuh kekhawatiran.
"Alhamdulillah saat ini B telah kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya," ucap dia.
Berita Terkait
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
KPK Ungkap Ada Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Dibakar
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend