- Vietjet ekspansi saat harga avtur tembus US$ 200/barel akibat konflik global.
- Operasikan 3.800 penerbangan dan rute baru Jakarta-Da Nang per 1 Juni 2026.
- Tebar 11 juta tiket diskon 20% untuk rute internasional hingga Agustus 2026.
Suara.com - Industri penerbangan global tengah berada dalam tekanan hebat menyusul lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur). Meski beban operasional membengkak, maskapai asal Vietnam, Vietjet, justru memilih strategi agresif dengan memperluas kapasitas penerbangan dan meluncurkan promosi besar-besaran di rute internasional, termasuk Indonesia.
Asal tahu saja, tensi geopolitik menyusul konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu telah memicu anomali harga komoditas. Harga avtur melonjak tajam ke kisaran US$ 150 hingga US$ 200 per barel dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, komponen bahan bakar berkontribusi hingga 40% terhadap total biaya operasional maskapai.
Di saat maskapai lain mulai membatasi jadwal penerbangan dan mengerek harga tiket, Vietjet justru mengambil langkah berlawanan untuk menangkap peluang lonjakan permintaan liburan panjang di Vietnam, seperti Hari Peringatan Raja Hung hingga Hari Buruh Internasional.
Manajemen Vietjet mengonfirmasi akan mengoperasikan hampir 3.800 penerbangan domestik di Vietnam pada periode 25 April hingga 5 Mei 2026. Tak hanya domestik, pasar Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan konektivitas di kawasan Asia-Pasifik.
"Vietjet terus menambah frekuensi pada rute-rute populer seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, Da Nang, hingga Phu Quoc," tulis manajemen Vietjet.
Untuk pasar Indonesia, Vietjet memperkuat posisi pada rute Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City. Bahkan, maskapai ini menjadwalkan operasional rute baru Jakarta–Da Nang mulai 1 Juni 2026 dengan frekuensi lima kali seminggu.
Guna menjaga daya saing di tengah mahalnya biaya avtur, Vietjet menebar promo terbatas sebanyak 11 juta tiket dengan potongan harga hingga 20%. Promo ini berlaku mulai hari ini hingga akhir bulan untuk periode penerbangan sampai 31 Agustus 2026.
Langkah berani ini diharapkan mampu menjaga tingkat keterisian pesawat (load factor) di tengah tren kenaikan harga tiket pesawat secara global akibat krisis energi. Penawaran ini mencakup seluruh rute internasional dan dapat dipesan melalui kanal resmi perusahaan.
Baca Juga: Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN
-
Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?