/
Jum'at, 18 November 2022 | 10:52 WIB
Gambar: Vasa Hotel Surabaya ((Agoda))

Sejak awal tahun 2020 pandemi Covid-19 begitu dirasakan oleh para pelaku bisnis. Termasuk mal dan perhotelan di berbagai wilayah kota. Namun, pada 2021, tingkat okupansi perlahan telah bangkit kembali, walaupun belum 100 persen normal.

Kemudian, kasus COVID-19 di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Ini diduga sebagai imbas subvarian Omicron XBB. Data terakhir per Rabu (15/11/2022), dimana Indonesia mencatat kasus baru hampir sebanyak 8 ribu kasus, dengan angka 7.893 kasus disertai 4.038 kasus kematian dan 41 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Kembali naiknya kasus COVID-19 ini cukup membuat ketar-ketir hotel di Surabaya. Pasalnya tak lama lagi akan datang momen Natal dan Tahun Baru yang dapat menjadi momen paling ditunggu hotel untuk mendongkrak okupansi.

"Tentunya kita deg-degan ya (kasus COVID-19 kembali naik), apalagi (okupansi) hotel juga mulai naik," ujar Mona Cella, Director Marketing Communication Vasa Hotel Surabaya kepada Basra, Kamis (17/11/2022).

Mona mengungkapkan  jika pihaknya sudah mengetahui adanya imbauan dari pemerintah terkait pemberlakuan PPKM level 1 untuk mengantisipasi kenaikan COVID-19.

"Ada imbauan-imbauan dari pemerintah, kita mencoba mengantisipasinya dengan menerapkan plan A, plan B, kalau nanti PPKM diperpanjang ya mau tidak mau kita harus mengikutinya," kata Mona.

Salah satu cara yang dilakukan Vasa Hotel Surabaya saat ini, lanjut Mona, adalah mengurangi kapasitas restaurant dengan hanya mengisinya sebanyak 70 persen dari total kapasitas.

"Kita sudah membatasi pengunjung sejak diberlakukannya kembali PPKM level 1. Kapasitas dimaksimalkan hanya 70 persen dari total kapasitas," ujarnya.

Saat pandemi COVID-19 merajalela di Indonesia, kondisi industri sektor perhotelan cukup memprihatinkan.

Baca Juga: Sebut Islam Itu Kudus, Ini Jawaban Daniel Mananta Saat Ditanya Sudah Mualaf

Kala itu banyak hotel yang terancam gulung tikar dan bahkan dijual akibat merosotnya jumlah pengunjung selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Load More