Perwakilan dari Asosiasi Sepak Bola Wanita (ASBWI) Souraya Farina menginginkan adanya kelanjutan kolaborasi yang dilakukan PSSI dengan UEFA terkait dengan pengembangan sepak bola wanita di Tanah Air.
Menurutnya, banyak hal yang bisa diperoleh dari acara UEFA Assist bertema Football for Women ini. "Mulai dari management, finance, dan hal lainnya. Agar klub sepak bola di Indonesia dapat berkembang lebih maju. Apalagi semua orang mengetahui, bila UEFA memiliki liga terbaik diseluruh dunia, untuk itu banyak yang bisa dipelajari," kata dia.
Lebih lanjut, Souraya berharap kolaborasi dan komunikasi yang sudah dibangun ini dalam acara ini tak berhenti saat acara ini selesai.
"Kami bisa terus tetap berkomunikasi secara rutin, dengan semua yang ada di acara ini. Agar kedepannya, sepak bola wanita di Indonesia bisa menjadi lebih baik, kuat dan hebat,” katanya.
Ia mengatakan bahwa dengan adanya ini apa yang selama ini menjadi kendala bagi sepak bola wanita di Indonesia menjadi terjawabkan dan terrbuka solusinya.
"Kami menyampaikan kendala-kendala bagaimana mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia. Sepak bola wanita akan berkembang jika ada kesempatan kepada para wanita untuk berkecimpung didalamnya, tanpa adanya perbedaan gender, pria atau wanita. Karena semua orang berhak bermain sepak bola,” tuturnya.
Sebagai informasi, ini adalah kali kedua UEFA Assist melakukan kolaborasi dengan PSSI. Sebelumnya, mereka mengadakan League Development Program (LDP) terkait pengembangan liga dan workshop peningkatan kapasitas klub dari tanggal 19-22 November di tempat yang sama.
Di program yang kekdua ini PSSI dan UEFA memiliki Program bernama UEFA Assist kali ini bertema Football for Women, terkait pengembangan sepak bola wanita untuk Indonesia. Kegiatan ini sudah berlangsung dari tanggal 24 November 2022 dan berakhir hari ini, tanggal 27 November 2022. Lokakarya ini bertempat di Hotel Century, Jakarta.
Program ini diikuti oleh perwakilan stakeholders sepak bola yang berkecimpung di sepak bola wanita, PSSI, ASBWI dan beberapa perwakilan klub. Mereka diberikan materi oleh tiga perwakilan UEFA, yakni Chris Milnes (UEFA International Relations Project Specialist), Monika Staab (UEFA Assist Expert) dan Jules McGeever (UEFA Assist Expert).
Baca Juga: Dekati Titik Lokasi Insiden, Basarnas Pindahkan Posko Pencarian Helikopter Polri
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Detik-detik Dramatis Evakuasi Toha Rosid, Buruh Ciamis yang Tersengat Listrik di Tumpukan Baja
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global
-
Sinopsis 100 Days of Lies, Adu Akting Kim You Jung dan Jinyoung GOT7 di Drakor Spionase
-
Sempat Jadi Omongan, Gubernur Rudy Mas'ud Kenalkan sang Istri sebagai Noni Belanda
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bukan Sekadar Mobil Listrik: Xiaomi SU7 Ultra Jadi Monster Sirkuit dengan Rekor Gila