Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir mengatakan Indonesia bisa tumbuh karena memiliki empat kekuatan, yaitu hilirisasi sumber daya alam (SDA), ketahanan pangan, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.
"Melalui hilirisasi dan industrialisasi, SDA tidak hanya didistribusikan dalam bentuk bahan baku, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi berbagai produk turunan," kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat.
Ia mengatakan hilirisasi SDA dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari global supply chain.
Indonesia memiliki potensi pengembangan produk turunan nikel dan bauksit. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia menguasai 52 persen cadangan nikel di dunia.
Potensi produk turunan nikel yang dapat dikembangkan adalah produk baja, baterai, turbin pesawat, dan otomotif. Sementara itu, untuk bauksit, Indonesia memiliki cadangan terbesar ke-6 di dunia atau sekitar 1,2 miliar ton yang bisa dikembangkan menjadi material, alat industri, alat olahraga, hingga furnitur.
Hal itu disampaikan Erick kepada mahasiswa UI pada acara “BEM UI Trilogy–Career Talk UI, Indonesia Financial Summit, UI Digital Talk”, di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok.
Erick Thohir dalam kesempatan itu membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan ekonomi Indonesia yang setiap tahun tumbuh sebesar 5 persen. Momentum pertumbuhan ekonomi ini diprediksi hanya bertahan hingga 2045.
Hal ini karena pada 2038 piramida penduduk Indonesia mulai terbalik. Anak muda yang saat ini berusia di bawah 35 tahun pada 2038 telah melewati usia produktif.
Menurut dia Indonesia harus mempunyai ekosistem atau road map sendiri. Apalagi middle class Indonesia akan berjumlah 145 juta dan terus tumbuh. Ini artinya peluang market semakin luas dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang tepat akan menumbuhkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Baca Juga: Jokowi Minta Guru Bangun karakter kebangsaan dan Pancasila kepada anak didik
"Di era knowledge based economy ini, yaitu era ketika pertumbuhan ekonomi didasarkan pada kemampuan berinovasi, yang terpenting bukanlah SDA dan market, melainkan sumber daya manusia (SDM)," kata Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Perayaan HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
-
BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!
-
Apa Ciri Sepatu Running? Panduan Lengkap Memilih Sepatu Lari yang Tepat
-
LE SSERAFIM Susul BTS Kuasai Festival Musik Terbesar Las Vegas, Catat Tanggal Mainnya!
-
Heboh Asap di Tambang Bawah Tanah Pongkor, PT Antam Pastikan Seluruh Pekerja Aman
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon
-
Review Film Minions & Monsters: Mendobrak Batasan Komedi Lewat Mantra Kuno
-
5 Pensil Alis Matic Praktis untuk Daily Makeup: Anti Ribet Tanpa Diserut!