Manchester City mempunyai rencana untuk memperluas kapasitas Etihad Stadium yang selama ini menjadi markas besar mereka.
Stadion Etihad awalnya dibangun untuk Commonwealth Games pada tahun 2002 dan telah menjadi kandang Manchester City sejak 2003. Man City akhir-akhir ini kemudian sedang mempertimbangkan keputusan mereka untuk mengubah kapastias stadion dari yang tadinya berkapasitas 53.400 menjadi lebih dari 60.000 kapasitas penonton.
Man City dikabarkan sedang menguji kelayakan stadion Etihad dan sedang menjajaki opsi untuk memperluas Tribun Utara dan juga membuat zona tertutup untuk para suporternya,
Sebelumnya, City juga telah melakukan perubahan kapasitas di tahun 2015 yang kemudian menjadi 53.400 seperti sekarang ini.
Klub mengabarkan bahwa mereka mempunyai ambisi untuk menjadika Etihad Stadion ini menjadi tempat olahraga dan hiburan yang terdepan di dunia. Tujuan utamanya adalah yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
City juga telah mengundang para penggemar mereka untuk dimintai masukan dan tanggapan terkait dengan proposal tersebut di awal tahun 2023.
Sementara itu, prioritas lainnya yang menjadi pertimbangan Man City adalah mengidentifikasi peluang untuk pengalaman hiburan di hari pertandingan dan di luar pertandingan.
Pada bulan Agustus lalu, Man City telah melakukan diskusi tahap awal untuk memperluas Stand Utara dua tingkat menjadi tiga tingkat. Etihad Stadion sendiri saat ini telah menjadi stadion terbesar kelima di Liga Primer Inggris.
Baca Juga: Kondisi Membaik, Osvaldo Haay Tak Sabar Perkuat Persija Jakarta di Liga 1 Musim Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Pendidikan Aksa Uyun, Anak Soimah yang Sudah Jadi Direktur di Usia Muda
-
Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK
-
Film Sekiro: No Defeat Umumkan Tayang Terbatas di Jepang Mulai 4 September
-
Afgan Gelar Konser Tunggal Retrospektif: Simak Daftar Harga Tiket Mulai Rp600 Ribuan!
-
Belajar Memeluk Luka Masa Kecil Lewat Buku How to Heal Your Inner Child
-
Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa
-
Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!