- Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, kecewa atas ketidakhadiran Menhub Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
- Rapat tersebut bertujuan membahas pertanggungjawaban pemerintah terkait rangkaian kecelakaan transportasi fatal yang terjadi di berbagai lokasi secara beruntun.
- Mori menolak alasan ketidakhadiran menteri karena dianggap tidak logis mengingat data penyebab kecelakaan seharusnya sudah diketahui oleh pihak berwenang.
Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meluapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/5/2026).
Rapat tersebut sedianya membahas rentetan insiden transportasi berdarah, termasuk kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Mori menilai ketidakhadiran Menhub menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap persoalan nyawa warga negara, mengingat adanya beberapa insiden besar dalam waktu yang berdekatan.
"Izin pak saya kecewa ini yang punya gawe Menhub, apalagi masalahnya kemudian kalau gak salah seminggu nya lagi ada kecelakaan kereta lagi jadi kita belum bicara tabrakan bus ALS 16 orang meninggal," ujar Mori Hanafi di ruang rapat Komisi V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Mori juga mengkritik alasan yang disampaikan pihak Kemenhub terkait ketidakhadiran menteri, mulai dari masalah kesehatan hingga proses penyidikan kecelakaan yang dianggap masih berlangsung.
Baginya, penundaan penjelasan dengan dalih penyidikan tidak dapat diterima karena insiden tersebut sudah terjadi selama beberapa hari.
"Alasan yang pertama buat kami belum masuk akal, kecelakaan kereta di bekasi itu enggak pelik pak sederhana itu, kok bapak bapak belum bisa menyimpulkan apa sebabnya, udah berapa hari itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Mori meyakini bahwa pimpinan lembaga teknis seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Basarnas sebenarnya sudah mengantongi penyebab kecelakaan tersebut, sehingga Menhub seharusnya bisa hadir untuk memberikan pertanggungjawaban.
"Saya yakin kalau saya tanya ke kepala basarnas sekarang sudah tahu tuh, itu ada kepala KNKT udah tau tuh apa sebabnya. Ini kalau alasan yang disampaikan alasan karena masih dalam proses penyidikan buat saya ini enggak masuk akal," pungkasnya.
Baca Juga: Buka Masa Sidang, Puan Langsung Beri Penghormatan untuk Korban Kecelakaan Transportasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno