Legenda sepak bola Brazil Edson Arantes do Nascimento atau lebih dikenal Pele turut mengucapkan selamat kepada Argentina yang sukses meraih juara Piala Dunia tahun 2022 usai mengalahkan Prancis dalam drama adu penalti dengan skkor 4-2. Pele mengatakan bahwa ini akan membuat Maradona bisa tersenyum sekarang.
Maradona pernah membawa Argentina untuk menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1986, sejak saat itu pula lah Argentina belum pernah lagi mendapatkan gelar tertinggi dalam ajang sepak bola ini. Mantan pelatih Argentina itu kemudian meninggal pada November tahun 2022 dalam usia 60 tahun karena serangan jantung.
Pele juga menyampaikan simpatinya kepada Mbappe setelah gagal di final meski mencetak hat-trick pada hari Minggu dan memuji Maroko karena menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
"Hari ini, sepak bola terus menceritakan kisahnya, seperti biasa, dengan cara yang memikat, Messi memenangkan Piala Dunia pertamanya, seperti yang pantas dia dapatkan," tulisnya di Instagram.
"Sahabatku, Mbappe, mencetak empat gol di final. Merupakan hadiah yang luar biasa menyaksikan tontonan ini untuk masa depan olahraga kita. Dan saya tidak bisa tidak mengucapkan selamat kepada Maroko untuk kampanye yang luar biasa. Sangat menyenangkan melihat Afrika bersinar," kata dia.
"Selamat Argentina! Pastinya Diego (Maradona) sedang tersenyum sekarang," kenangnya.
Argentina telah menjuarai Piala DUnia untuk ketiga kalinya setelah edisi tahun 1978 dan 1986, 36 tahun sejak kemenangan terakhir merea di pada 1986, hanya Italia (44 tahun dari 1938 hingga 1982 yang memiliki masa penantian lebih panjang untuk memenangkan dua gelar Piala Dunia.
Ketiga tim juara bertahan terakhir yang mencapai final Piala Dunia gagal memenangkan partai final di edisi selanjutnya, di mana Prancis kini menyamai catatan Argentina pada tahun 1990 dan Brazil pada tahun 1998 yang mengalami hal tersebut.
Argentina telah memenangkan lebih banyak babak adu penalti dibanding negara mana pun dalma sejarah Piala Dunia, di mana laga ini merupakan kemenangan keenam mereka. Mereka adalah tim nasional ketiga yang memenangkan adu penalti di partai final Piala Dunia setelah Brazil pada tahun 1994 dan Italia pada 2006 silam.
Baca Juga: 7 Pemain Legendaris yang Rekornya Dipatahkan Lionel Messi usai Juara Piala Dunia 2022 Qatar
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring