Grup band NOAH kembali merilis video musik garapan ulang lagu-lagu Peterpan. Kali ini, NOAH merilis video musik dari lagu Kota Mati.
Kota Mati merupakan lagu Peterpan dalam album Hari Yang Cerah. Lagu tersebut dirilis pada tahun 2007.
Saat itu, Peterpan belum sempat membuat video musik lagu Kota Mati ini. Maka dari itu, kini NOAH lah yang akan merealisasikannya.
"Kenapa lagu ini yang dipilih jadi video klip, ya ini kita yang punya ide. Kalau mau buat video klip itu lagu yang nggak ada video klipnya. Jadi lagu yang mana yang layak," ujar Ariel NOAH saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (29/8).
"Nah (lagu) Kota Mati ini dulu mau dibuatkan video klip, tapi dulu lumayan banyak yang mau dibikin video klip. Jadi ketahan, baru buatnya sekarang," sambungnya.
NOAH ingin menampilkan cerita dibalik pembunuhan yang dilakukan oleh Ladya Cheryl terhadap Tak Ada Yang Abadi dalam video klipp Kota Mati ini. Namun, Ladya Cheryl tak dapat ikut syuting dalam video klip ini lantaran dirinya tengah berada di Amerika. Posisinya pun digantikan oleh Viola Georgie.
Meskipun begitu, wajah Ladya Cheryl tetap disunting ke wajah Viola Gergie.
Video klip Kota Mati masih akan dipegang oleh sutradara Upi Guava. Upi Guava ingin menonjolkan kekuatan CGI untuk memperlihatkan gambaran kota yang mati.
Sementara itu, Ariel NOAH mengaku sudah sangat cocok dengan Upi Guava. Maka dari itu ia tetap memilih untuk bekerja sama dengan Upi Guava.
Baca Juga: Bus Kaum Rebahan Indorent Jakarta-Yogyakarta Sudah Beroperasi. Cek Harga, Jadwal dan Cara Pemesanan
"Keputusan bersama ya. Upi sangat eksplor apapun itu dan kita ingin coba ya. Alhamdulillah kita sering coba. Ya mungkin jodohnya kali ya sama dia," tuturnya.
Video klip Kota Mati dapat ditonton di YouTube NOAH OFFICIAL pada 29 Agustus 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026