Dugaan demi dugaan terus mencuat atas ditemukannya jasad empat orang dalam satu keluarga di Kalideres tepatnya di Perumahan elite Citra Garden, Jakarta Barat.
Dalam temuan awal, kematian keempatnya diduga akibat kelaparan karena lambung yang kosong setelah diperiksa ahli forensik. Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi tentang penyebab pasti kematian yang menghebohkan tersebut.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala mengungkap pendapatnya bahwa adanya dugaan keluarga di Kalideres tersebut menganut paham apokaliptik.
Menurut Adrianus Eliasta Meliala, peristiwa kematian satu keluarga di Kalideres ini serupa dengan kematian massal pengikut sekte Peoples Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan pada 1978.
"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana. Atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," kata Adrianus Eliasta Meliala kepada Suara.com, Senin (14/11/2022).
Adrianus Eliasta Meliala menilai para korban dimungkinkan memilih cara mengakhiri hidupnya dengan sengaja tidak makan, meskipun cara tersebut tergolong ekstrim.
"Mungkin ini konsepsi 'silih' yakni membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari," terang Adrianus Eliasta Meliala.
Terkait permasalahan ekonomi yang sempat mencuat sebagai dugaan penyebab keluarga tersebut memutuskan mengakhiri hidup, menurut Adrianus Eliasta Meliala hal tersebut bisa jadi merupakan bagian dari cara korban mempersiapkan 'keberangkatan' menuju akhir dunia.
"Kalau cuma menunggak listrik atau jual rumah, itu mah kecil. Kemungkinan itu bagian dari persiapan untuk 'berangkat' tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Belum Genap Sebulan, Batik Air Kecewakan Tiga Orang Ternama! Terbaru, Anak Presiden Sampai Gak Mandi
MENGENAL PAHAM APOKALIPTIK
Dilansir dari Wikipedia, Apokaliptik merupakan bentuk kata sifat dari kata benda apokalips. Apokalips sendiri merupakan kata yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani "apokalyptein," yang berarti mengungkapkan sesuatu yang jauh.
Kata tersebut kemudian diserap dalam bahasa Inggris menjadi apocalypse (apokalips dalam bahasa Indonesia) yang artinya kehancuran akhir dunia yang lengkap, seperti yang dijelaskan dalam kitab Wahyu Alkitab (agama Kristen), Apokalips merupakan sebuah peristiwa yang melibatkan kehancuran atau kerusakan pada skala yang mengagumkan atau bencana.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa apokalips adalah gambaran, atau bayangan tentang sesuatu yang jauh di masa depan, tentang akhir zaman atau kehancuran dunia, atau secara sederhana, apokalips adalah gambaran tentang Hari Kiamat. Sedangkan apokaliptik adalah sifat yang menunjukkan tentang gambaran kehancuran dunia di masa depan.
Dalam keterangan Suara Bekaci, pengertian paham apokaliptik adalah kepercayaan terhadap hari akhir yang memberikan kenikmatan di kemudian hari. Paham ini mempercayai dengan penderitaan yang dilalui sebelum meninggal adalah bentuk penebus dosa sebelum menuju ke akhirat.
TANGGAPAN KEPOLISIAN
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Avrilendi menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberi kesimpulan terkait dugaan keluarga di Kalideres merupakan pengikut sekte sesat. Menurut AKP Avrilendi, hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban.
"Secara resmi belum bisa menyimpulkan," kata AKP Avrilendi saat dihubungi awak media, Senin (14/11/2022).
Tag
- # penemuan mayat
- # penemuan jasad
- # satu keluarga meninggal
- # keluarga di kalideres
- # sekte sesat
- # paham apokaliptik
- # mengenal paham apokaliptik
- # pengertian apokaliptik
- # apokaliptik
- # bunuh diri massal
- # penyiksaan diri sendiri
- # akhir zaman
- # penyebab kematian
- # kriminolog ui
- # adrianus eliasta meliala
Berita Terkait
-
TERBARU! Ditemukan Dalam Dugaan Mati Kelaparan, Keluarga di Kalideres Diketahui Memiliki Aset Senilai Rp3,8Milyar, Dicurigai Delusi Bersama
-
Ahli Psikologi Forensik Ungkap Kematian Keluarga di Kalideres Ada Kemungkinan Pembunuhan Ataupun Bunuh Diri
-
Apa Itu Apokaliptik? Istilah Yang Dikaitkan dengan Kematian Satu Keluarga di Kalideres Pahami Pengertian dan Sejarahnya
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Meski Tel Aviv Diluluhlantakkan Iran, Israel Tetap Lanjutkan Genosida di Gaza
-
Tiket Mudik Bus DAMRI Diprediksi Segera Habis
-
Visinema Tegaskan Kepemilikan IP Nussa Sejak 2023, Warganet Ramai Minta Ganti Karakter Umma
-
Bagaimanapun Caranya Michael Carrick Didesak Pertahankan Casemiro
-
Terpopuler: Mobil Murah Cocok untuk Jangka Panjang, Motor Trail Baru Suzuki Siap Ancam KLX
-
Pemerintah Siapkan Rusun Subsidi dengan Cicilan Rp1,5 Juta Tenor 30 Tahun
-
Belajar Sains Secara Menyenangkan Bersama Ibuku Seorang Saintis
-
Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik
-
6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
-
Serasa Spesial Ramadan: Menelusuri Sop Kambing Legendaris di Jakarta