Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) mengutuk keras pencopotan topi ember pelangi yang dikenakan para suporternya saat menonton pertandingan Wales melawan Amerika Serikat di Ahmen bin Ali Stadium pada Selasa (22/11/2022) kemarin.
FAW mengatakan bahwa mereka sangat kecewa terhadap tindakan tersebut. Kelompok suporter Wales mengenakan topi tersebut hanya sebagai bentuk dukungan mereka terhadap kelompok LGBTQ selama pertandingan Piala Dunia digelar.
Sebuah pernyataan dari FAW mengatakan bawa mereka akan menangani masalah tersebut. "Pada Senin (21 November) Wales kembali ke Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya dalam 64 tahun, momen bersejarah bagi skuat, para penggemar yang berharga -- The Red Wall / Y Wal Goch -- dan bangsa. Namun, Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) sangat kecewa dengan laporan bahwa anggota Y Wal Goch, termasuk anggota staf FAW, diminta melepas dan membuang topi ember Rainbow Wall mereka sebelum masuk ke Stadion Ahmad Bin Ali. FAW telah menyusun informasi tentang dugaan insiden ini dan akan menangani masalah ini langsung dengan FIFA hari ini (22 November),", demikian pernyataan resmi dari FAW.
Wales sendiri bermain imbang 1-1 melawan Amerika Serikat saat kapten tim Gareth Bale mampu menyelamatkan mereka dari ambang kekalahan berkat gol yang dicetaknya dari titik putih pada menit ke-82.
Pada pertandingan selanjutnya mereka akan menghadapi Iran dipertandingan kedua mereka. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Ahmed bin Ali Stadium pada Jumat 25 November 2022 pada pukul 17.00 WIB.
Sebelumnya, Federasi sepak bola Inggris, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman, dan Denmark mengatakan pada Senin bahwa mereka mendapat tekanan dari FIFA, yang mengancam akan mengeluarkan kartu kuning kepada setiap pemain yang mengenakan ban lengan warna-warni.
Sebelum Piala Dunia, presiden FIFA Gianni Infantino mendesak 32 tim yang akan berangkat ke Qatar agar mereka agar membiarkan sepak bola menjadi pusat perhatian dan fokus pada sepak bola. Akan tetapi hanya beberapa hari menjelang turnamen bergulir, keinginan itu belum sepenuhnya terwujud.
Pertama, ada larangan alkohol dalam dan di sekitar stadion. Kemudian, ada sejumlah kursi kosong di tengah pertandingan saat negara tuan rumah Qatar kalah dari Ekuador. Pada hari Senin, pertikaian besar antara FIFA dan tujuh negara Eropa telah berakhir dengan keputusan negara-negara tersebut membatalkan rencana kapten mereka untuk mengenakan ban lengan khusus anti diskriminasi.
Baca Juga: 6 Cara Atasi Flu, Salah Satunya dengan Berkumur Air Garam
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk