TANTRUM - Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) Jawa Barat menargetkan seluruh sekolah memiliki ekstra kurikuler seni ibing (gerak) pencak silat.
Tujuannya agar seni ibing atau gerakan bela diri khas daerah Sunda dengan iringan alat musik itu tidak punah.
"Kedepannya PPSI akan mengenalkan pencak silat dari mulai tingkat SD sampai ke tingkat SMA. Karena tidak semua sekolah memiliki ekstra kulikuler pencak silat," ujar Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat Galih Santika Fadilah Kusumah dalam keterangannya ditulis, Bandung, Kamis, 19 Mei 2022.
Menurut Galih, upaya melestarikan seni ibing pencak silat itu akan terus dikampanyekan oleh organisasinya sepanjang periode 2022 - 2027.
Dalam pelaksanaan kampanye seni ibing pencak silat ini, Galih meminta dukungan penuh dari pemerintah.
"Andil pemerintah dalam melestarikan budaya pencak sangat penting. Terlebih, pemerintah kan punya wewenang untuk membuat aturan agar tiap sekolah diwajibkan membuat ekstra kurikuler pencak silat," kata Galih.
Galih mengatakan selain berkampanye di tingkat sekolah, seni ibing pencak silat akan dilakukan ditingkat internasional.
Caranya dengan bekerja sama dengan lintas organisasi lain untuk mendongkrak citra seni ibing pencak silat.
"PPSI tetap mempertahankan seni ibing pencak silat karena merupakan budaya asli Sunda," tukas Galih.
Sementara itu diakui oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Provinsi Jawa Barat merupakan tanah legenda yang melahirkan banyak orang-orang hebat dan para juara dibidang bela diri pencak silat.
Ulum berharap PPSI harus bisa melahirkan atlet-atlet beprestasi yang mengangkat nama Jawa Barat ke tingkat nasional dan internasional.
"Bangun sinergitas, saya berharap PPSI bisa menjadi kegiatan ekstra wajib di sekolah-sekolah dari SD, SMP hingga SMA. Seni pencak silat PPSI hendaknya bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah," ungkap Ulum.
Untuk itu Ulum meminta DPW PPSI Jawa Barat untuk segera berkomunikasi dengn para pimpinan daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota se-Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
Pesilat Indonesia Kompak Dukung Misi Prabowo: Pencak Silat Wajib Tembus Olimpiade!
-
Dari Bela Diri ke Jati Diri, Prabowo Subianto Soroti Makna Pencak Silat bagi Bangsa
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Harga Plastik Melonjak! Ini 5 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan
-
Dituduh eks Istri Andre Taulany Langgar Privasi, Pengacara ART: Foto Pagar Rumah Bukan Data Pribadi
-
Oknum Guru Ngaji Kabur usai Diduga Lecehkan 11 Anak Bawah Umur di Kukar