/
Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:16 WIB
Deklarasi Bandung Kota Angklung Dipercaya akan Memancing Banyak Wisatawan

TANTRUM – Bandung baru saja mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung, Sabtu, 21 Mei 2022. Deklarasi dilakukan sejumlah tokoh angklung di Balai Kota Bandung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari menyebut deklarasi ini menjadi tonggak bagi Kota Bandung untuk jadi ikon “Kota Angklung”.

Dalam seni angklung ada angklung kreasi yang telah menjadi ciri khas produk pertunjukan angklung. Seni ini akan menambah daya tari pariwisata Kota Bandung.

“Semoga deklarasi ini membuat Kota Bandung menjadi destinasi wisata budaya. Semoga angklung terus berkembang pesat. Tong ngaku urang Bandung lamun teu ngangklung,” ucap Kenny sapaan akrabnya.

Acara ini juga mendapat apresiasi dari Duta Besar RI untuk UNESCO, Ismunandar. Menurutnya, angklung memiliki filosofi yang luar biasa, antara lain kolaborasi dan harmonisasi. 

Sebab, alat musik ini tidak bisa dimainkan sendiri dan memerlukan kekompakan tiap pemainnya dalam sebuah pertunjukkan.

“Saat dunia membutuhkan hubungan yang baik dengan alam, angklung mengajarkan bal tersebut,” kata Ismunandar yang hadir secara virtual.

Perjalanan eksistensi angklung di Kota Bandung dijabarkan dalam 3 periode: periode pertama dekade 30 hingga 70-an, yakni periode angklung yang dipopulerkan Daeng Soetigna.

Periode kedua yakni dekade 70 hingga 90-an, yang merupakan era angklung yang dipopulerkan Saung Angklung Udjo. Periode ketiga adalah dekade 90-an hingga saat ini yang merupakan periode angklung kreasi.

Deklarasi Bandung Kota Angklung dihadiri sejumlah seniman, akademisi, pegiat, serta komunitas angklung di Kota Bandung. Juga diluncurkan maskot Bandung Kota Angklung yang diberi nama Si Bitung. 

Load More