/
Minggu, 22 Mei 2022 | 13:47 WIB
suara.com

TANTRUM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diharapkan mampu memberikan pelayanan prima dan baik karena citra Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dipertaruhkan.

Itu dikatakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum usai melantik 21 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta - Bekasi Tahun 2022 di UPT Asrama Haji Bekasi, Kota Bekasi kemarin (Sabtu (21/5/2022). 

"Sehingga niatkan lillahi ta'ala, insyaallah mendapatkan pahala," ujar Ulum ditulis Bandung, Minggu, 22 Mei 2022.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 436 Tahun 2022. 

Ulum mengatakan jika pelayanan buruk yang dilakukan oleh PPIH, maka nama baik pemerintah setempat akan ikut ternodai.

"Kalau pelayanan mereka baik, maka citra pun baik, tapi sebaliknya kalau pelayanan mereka kurang baik, maka kami pun selaku pemerintah citranya akan kurang baik," kata Ulum.

Ulum mengimbau pula kepada para jemaah mulai menyiapkan mental dan fisik dalam menunaikan ibadah haji.

Seluruh jemaah diusahakan sedari dini harus banyak berolahraga, menjaga pola makan, dan menenangkan pikiran.

"Ingat, ibadah haji adalah ibadah fi'li bukan ibadah qaoli. Artinya, gerakan-gerakan badan kita yang menjadi substansi ibadah kita di Mekah. Mulai dari sai, wukuf, jumroh dan tawaf_itu kan semua ibadah _fi'li," sebut Ulum.

Ulum menegaskan jemaah yang berangkat menunaikan ibadah menjadi haji yang mabrur, diberi kelancaran dan kesehatan dalam beribadah, serta diberi keselamatan selama keberangkatan dan kepulangan ke Tanah Air. 

Sehingga kesiapan mental dan fisik harus menjadi suatu kewajiban agar menunaikan ibadah di Tanah Suci prima dengan dibantu oleh PPIH.

"Tolong layani dengan baik, sesuai dengan tupoksinya masing-masing," tegas Ulum. 

Sementara itu Staf Khusus Menteri Agama Nurjaman menyampaikan amanat dari Menteri Agama RI pada PPIH yang telah dilantik.

Kementerian Agama bertugas memberikan layanan ibadah pada para calon jemaah, maka harus memberikan layanan yang terbaik. 

"Dua tahun jemaah haji Indonesia batal berangkat untuk melaksanakan ibadah. Dan tahun ini, alhamdulillah mendapatkan kesempatan walaupun dengan keterbatasan jumlah hanya 48 persen dari total jemaah," ungkap Nurjaman. 

Load More