TANTRUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membutuhkan 1 juta petugas pada pelaksanaan tahapan pemilu kepala daerah (pilkada) serentak dan pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Menurut Ketua KPU Jawa Barat Rifki Ali Mubarok kebutuhan petugas pemilu itu terbanyak dibutuhkan adalah di tempat pemungutan suara (TPS).
"Kita kalau dalam setiap pemilihan (pilkada) jumlah TPS-nya itu sekitar 97 ribuan. Tapi kalau pemilu bisa saja jumlah TPS menjadi lebih dari 100 ribu. Kalau 97 ribu TPS kali tujuh orang kan gitu ya," ujar Rifki ditulis Bandung, Minggu, 29 Mei 2022.
Rifki mengatakan selain di TPS, kebutuhan petugas pemilu yang banyak adalah di tingkat kelurahan, desa dan kecamatan.
Rifli memperkirakan otoritasnya akan mengalami kesulitan jika gelaran pemilu masih dalam kondisi pandemi.
"Masalah kesehatannya harus diteliti lagi, dimungkinkan ada batasan usia untuk petugas pemilu. Seperti yang pernah dilakukan pada pemilihan 2020 lalu yaitu 50 tahun," kata Rifki.
Rifki mengaku saat ini banyak petugas pemilu yang usianya diatas 50 tahun. Bahkan ada yang usianya 70 tahun.
Sedangkan untuk petugas pemilu di KPU provinsi dan daerah diklaim oleh Rifki dalam kondisi prima.
"Ada beberapa yang meninggal petugas kita selama pandemi. Namun bukan karena penyakit corona. Selebihnya sehat tidak ada yang terpapar," ungkap Rifki.
Sebelumnya, Rifki menerangkan tengah mengutamakan persiapan sumber daya manusia (SDM) atau petugas pemilu pada saat tahapan pemilu presiden 14 Februari 2024 dan pemilu serentak kepala daerah November 2024.
"Kita punya pengalaman Pemilu 2019 kemarin ketika pemilu serentak pertama dilaksanakan petugas di tingkat TPS kemudian kelurahan dan desa, tingkat kecamatan banyak yang mengalami sakit, kelelahan bahkan ada yang sampai meninggal dunia," ucap Rifki.
Rifki menjelaskan diutamakannya persiapan petugas pemilu ini gunanya agar seluruh tahapan pemilu mendatang sukses dan tidak merugikan penyelenggara secara non material.
Rifki menambahkan setiap calon atau petugas pemilu yang sudah ada harus siap dan mampu menjalankan keseluruhan proses demokrasi tersebut.
"Ada yang siap tapi tidak mau atau ada yang mau tapi tidak siap. Tentunya soal konsolidasi di internal dan eksternal. Bahasa kita adalah 'babarengan' menghadapi dua pemilu besar ini harus kolaborasi," kata Rifki.
Alasannya ucap Rifki, dua agenda demokrasi itu dalam skala besar dipastikan sangat berpeluang muncul narasi negatif, politisasi SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dan politik identitas.
Berita Terkait
-
Arus Balik H+3, Pemudik Motor Mulai Serbu Jalur Pantura Menuju Jakarta
-
H-2 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Cipali Terus Meningkat
-
Didominasi Motor, Arus Mudik di Kalimalang Padat Merayap
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Rumah Ambruk di Tamansari Bandung, Tiga Warga Tertimpa
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Subsidi Penerbangan Pemprov Sulsel Permudah Akses Mudik dan Konektivitas Wilayah Kepulauan
-
5 HP Samsung Layar Super AMOLED Termurah 2026, Tampilan Lebih Jernih
-
Jembatan Perintis Garuda di Nias Barat Rampung, Pangkas Jarak Tempuh Mobilitas Warga
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!
-
Debut John Herdman, Ini Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs St Kitts and Nevis
-
Adhisty Zara Cabut dari Sinetron, Sentilan Amanda Manopo Soal Alur 'Ngawur' Viral Lagi
-
Fakta-fakta Kinerja BBRI Februari 2026, Investor Wajib Tahu
-
TNI Bangun Lagi Jembatan di Desa Lolona'a yang Rusak Akibat Banjir, Kini Lebih Kokoh
-
Awas Persib Bandung, Borneo FC akan Berjuang Hingga Akhir untuk Gelar Juara
-
Terpopuler: 10 Potret Rumah Mewah Tasya Farasya, Ini Cara Cek Bansos PKH Lewat HP