- Arus balik motor di jalur Cianjur capai lima ratus kendaraan per menit.
- Polisi terapkan satu arah di Puncak urai campuran pemudik dan wisatawan.
- Jalur Puncak-Cianjur jadi rute favorit pemudik motor karena fasilitas dan wisata.
Suara.com - Hingga H+5 Lebaran, Kamis (26/3/2026), volume kendaraan pemudik yang melakukan perjalanan balik di jalur utama Cianjur, Jawa Barat, menuju wilayah Jabodetabek dan Banten masih terpantau tinggi. Pergerakan ini didominasi oleh pemudik sepeda motor, terutama pada waktu pagi dan petang hari.
Berdasarkan pantauan, volume kendaraan yang melintas mencapai 500 unit per menit mulai dari perbatasan Bandung Barat-Cianjur, tepatnya dari kawasan Haurwangi mengarah ke jalur Puncak. Kepadatan tersebut dilaporkan terus meningkat secara bertahap hingga menjelang petang.
Meskipun volume kendaraan tergolong tinggi, arus lalu lintas di sejumlah titik rawan seperti Pasar Ciranjang, Tugu Lampu Gentur, Pasar Cipanas, dan kawasan Puncak masih terpantau normal. Kendaraan dapat melintas dengan lancar pada kecepatan sedang tanpa adanya antrean panjang yang berarti.
Guna memastikan kondisi tetap terkendali, puluhan personel disiagakan di sejumlah pos pengamanan. Kehadiran petugas di lapangan krusial untuk mengatur ritme lalu lintas seiring dengan masih tingginya intensitas pemudik yang melintas.
Memasuki petang hari, volume kendaraan di jalur Puncak-Cipanas mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebabkan oleh bercampurnya arus pemudik dengan kendaraan wisatawan yang baru saja mengunjungi destinasi wisata setempat. Untuk mengantisipasi kemacetan total, kepolisian menerapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menyatakan bahwa dalam dua hari terakhir pihaknya memberlakukan sistem satu arah (one way) menuju Bogor dari Puncak Pass lebih awal. Langkah ini diambil karena volume kendaraan melonjak tajam saat jam operasional tempat wisata berakhir.
"Pada H+5 Lebaran, volume kendaraan masih ramai melintas di jalur utama Cianjur. Kami memberlakukan sistem satu arah pada petang hari dari arah Puncak-Cianjur menuju Bogor agar tidak terjadi kemacetan parah yang membuat laju kendaraan terhenti," jelas Aang.
Jalur utama Puncak-Cianjur tetap menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pemudik sepeda motor. Selain fasilitas penunjang jalan yang memadai seperti banyaknya tempat istirahat, keberadaan destinasi wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi para perantau yang hendak kembali ke kota asal.
Salah seorang pemudik, Akhmad Gojali (42), mengaku rutin melintasi jalur ini setiap tahun saat pulang ke Brebes maupun kembali ke Bekasi. Menurutnya, meski terkadang harus menghadapi antrean, jalur Cianjur menawarkan kenyamanan lebih.
Baca Juga: Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
"Setiap tahun saya lewat Cianjur karena banyak tempat istirahat. Saat perjalanan balik seperti sekarang, saya bisa mampir dulu ke Cibodas atau tempat wisata lain di sepanjang jalan sebelum melanjutkan perjalanan ke Bekasi," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT