/
Senin, 30 Mei 2022 | 14:20 WIB
suara.com

TANTRUM - Berpuasa, baik puasa wajib (ramadhan) atau sunnah, sebenarnya memilik banyak manfaat bagi tubuh, meski ditengah - tengah terjadinya pandemi COVID-19.

Berpuasa memiliki sejumlah manfaat bagi jantung. Pertama dengan berpuasa dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

"Ini penting karena orang yang menderita diabetes memiliki peningkatan risiko menderita penyakit kardiovaskular. Selama puasa, tubuh juga membakar beberapa kolesterol LDL dalam tubuh sebagai bahan bakar," kata Sumartini Dewi, Kepala Pusat Studi Imunologi Fakultas Kedokteran Universits Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin (UNPAD-RSHS) ditulis Bandung, Senin, 30 Mei 2022.

Pembakaran beberapa kolesterol di dua sisi ini dianggap bagus ujar Dewi. Alasannya, karena kolesterol LDL merupakan kontributor utama penurunan sensitivitas insulin dan diabetes.

Karena beberapa indikator itu juga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, yang keduanya merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit jantung.

Dewi menuturkan, puasa juga membantu mengurangi beberapa faktor risiko lain yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Termasuk kadar gula darah, penanda peradangan, mengurangi tekanan darah, menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat, serta mengatasi resistensi insulin.

"Ini adalah faktor risiko penyakit jantung, yang merupakan salah satu penyebab kematian dini pada manusia. Resistensi insulin meningkatkan risiko diabetes dan puasa yang sehat membantu mengatur kadar gula dan kadar insulin di dalam tubuh," ucap Dewi.

Dewi menyebutkan pula, berpuasa adalah satu cara tercepat dan teraman menurunkan berat badan.

Biasanya, ketika kita makan, tubuh akan membakar makanan yang dikonsumsi dan digunakan untuk energi bagi tubuh kita.

Setiap makanan tambahan yang tidak digunakan sebagai bahan bakar diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh untuk digunakan di masa depan.

Faktor itulah yang menyebabkan kenaikan berat badan.

"Penelitian dari American College of Cardiology di New Orleans, menunjukkan bahwa puasa dapat memicu kenaikan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone/HGH). Terjadi kenaikan HGH 1300 persen pada wanita, dan 2000 persen pada pria. Mengapa ini penting? HGH membantu menurunkan berat badan tanpa kehilangan massa otot," sebut Dewi.

Ketika kita mulai berpuasa, ada lebih sedikit makanan untuk diubah menjadi energi. Oleh karena itu tubuh dipaksa untuk mulai mengubah lemak yang disimpan menjadi energi. 

Tak hanya menurunkan berat badan, berpuasa juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah degenerasi sel dan hilangnya massa otot.

Load More