TANTRUM - Dexa Group meluncurkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka untuk menggantikan obat-obatan yang didominasi impor. Empat obat-obatan fitofarmaka Dexa Group tersebut adalah Stimuno (imunomodulator), Inlacin (antidiabetes), Redacid, (mengatasi tukak lambung) dan Disolf (pelancar sirkulasi darah).
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mendorong industri farmasi nasional untuk terus berinovasi dalam mengembangkan fitofarmaka yang telah terbukti khasiat dan manfaatnya melalui uji klinis dan pra klinis.
"Kita mendorong industri farmasi dengan keanekaragaman produk hayati Indonesia diharapkan untuk mengembangkan pengobatan fitofarmaka secara mandiri, dengan melakukan pengolahan-pengolahan efektif dan diharapkan bisa masuk ke dalam uji klinis, tidak hanya pra klinis," kata Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2022.
Dante mengatakan, Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka hasil riset dan inovasi saintis anak bangsa telah diimplementasikan oleh pemerintah melalui peluncuran Formularium Fitofarmaka pada Selasa (31/5).
Dante mengatakan fitofarmaka yang merupakan produk lokal Indonesia akan terus dikembangkan sebagai upaya mencapai kemandirian yang lebih kuat di masa mendatang.
"Dengan lolos uji klinis, maka terbukti efektif dan dapat digolongkan ke dalam fitofarmaka. Kalau obat sudah tergolong fitofarmaka dia bisa masuk ke dalam Formularium sehingga bisa diresepkan, ujungnya bahwa pengobatan-pengobatan herbal itu bisa dipakai di fasilitas kesehatan," katanya.
Dante mengatakan, Indonesia harus belajar dari pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 agar tidak mengalami kelangkaan obat. Dia berharap obat fitofarmaka bisa menjadi salah satu kunci mempertahankan kemandirian dalam pengobatan secara nasional.
Dante mengakui, saat ini masih ada tantangan bagi industri farmasi dalam mengembangkan fitofarmaka. Diperlukan riset hingga bahan baku terstandar untuk memproduksi fitofarmaka agar bisa diresepkan oleh dokter ke pasien.
Director of Research & Business Development Dexa Group Dr Raymond Tjandrawinata mengatakan, kesiapan pihaknya untuk ketersediaan fitofarmaka yang memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia.
Para peneliti telah melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan produk berdaya saing dan tak kalah dengan obat konvensional impor, kata Raymond menambahkan.
"Para saintis kami telah melakukan berbagai macam upaya yang disebut sebagai portofolio program yang akan diluncurkan di kemudian hari. Mulai dari OHT (Obat Herbal Standar) hingga ke Fitofarmaka," ujarnya.
"Karena itu tidak kalah dengan obat kimiawi. Karena kalau sudah dilakukan riset secara farmakologi molekuler, tidak kalah dengan obat kimia yang diimpor dari luar negeri," katanya.
Dexa Group, kata Raymond, menggunakan bahan-bahan dari alam Indonesia. Raymond juga menyatakan bahwa pihaknya telah menelusuri seluruh wilayah Indonesia, mencari bahan baku terbaik untuk diolah jadi fitofarmaka.
"Seperti ini, Inlacin ini kan asalnya dari Gunung Kerinci, kayumanis. Kita coba kayumanis di semua daerah di Indonesia maupun di luar negeri, di Sri Lanka, di India, paling bagus rupanya dari Kerinci," katanya.
Tidak hanya untuk di dalam negeri, produk fitofarmaka Dexa Group telah diekspor ke mancanegara.
"Dokter di Filipina, Kanada hingga Amerika Serikat meresepkan fitofarmaka asal Indonesia untuk pasien mereka," klaimnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah
-
BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator
-
Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina