TANTRUM - Komputasi dengan performa tinggi diperlukan oleh perusahaan terutama perbankan guna meminimalisir kesalahan dan keterlambatan layanan demi kenyamanan dan kepercayaan nasabah.
CEO Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang mengatakan, selain layanan fisik, performa tinggi dalam urusan komputasi selalu dituntut sempurna tanpa cela sedikitpun, apalagi di tengah maraknya digitalisasi perbankan saat ini.
"Dalam sebuah sistem perbankan, ada peluang terjadinya penguncian data yang sama secara berbarengan, karena itu komputer harus mampu melakukan locking atau penguncian data secara cepat, konsisten, dan tahan gangguan," ujar Julyanto di Jakarta, Jumat, (3/6)
Julyanto menyampaikan, agar locking tersebut bisa terpenuhi sesuai kebutuhan, maka diperlukan perangkat keras atau hardware yang tepat dengan mempertimbangkan jumlah core, kecepatan clock CPU, dan juga kapasitas memori.
Ia mengatakan, menggunakan kombinasi terbaik dari ketiga komponen itu, maka pada saat proses tidak akan terjadi antrian, penumpukan, atau kekacauan perintah yang harus dijalankan sistem.
"Ibaratnya seperti kita mengembalikan buku di perpustakaan. Kita hanya perlu meletakkan buku di meja petugas dan petugas yang akan meletakkan buku itu di rak dengan cepat dan tepat," katanya.
Kombinasi yang tepat pada jumlah core, clock CPU, dan kapasitas memori, akan menentukan performa sesuai keinginan.
"Untuk bisnis perbankan, diperlukan database yang mampu menangani kebutuhan seperti transaksi, serta berbagai macam aplikasi seperti mobile banking, SMS banking dan lainnya," ujar Julyanto.
Julyanto menambahkan, open source PostgreSQL bisa memenuhi tuntutan tersebut, namun di sisi lain performa tinggi PostgreSQL juga harus didukung oleh hardware yang mumpuni.
Ia menyarankan, untuk menggunakan hardware yang memang terpercaya dan terbaik guna memaksimalkan performansi, misalnya AMD EPYC. Saat ini AMD adalah pemimpin pasar di industri prosesor komputer.
"Prosesor AMD sudah dibekali dengan teknologi tinggi sehingga mampu menangani kecanggihan sekaligus fleksibilitas PostgreSQL yang mampu menangani kompleksnya data dalam jumlah besar," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas
-
Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar
-
CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal
-
Kenalan dengan Tren Baru Investasi Digital untuk Investor Pemula
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi