TANTRUM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat didesak untuk menghentikan segala upaya pengrusakan lingkungan hidup dan ekstraksi sumber daya alam yang eksploitatif.
Desakan itu dilayangkan oleh organisasi lingkungan hidup, Walhi Jawa Barat, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia.
Menurut Direktur Walhi Jawa Barat Meiki W. Paendong, seiring waktu berjalan permasalahan lingkungan hidup sudah mengkhawatirkan. Diantaranya sudah terlampauinya daya dukung dan daya tampung lingkungan.
"Degradasi kuantitas air di Jawa Barat terjadi karena penggunaan air tanah secara berlebihan. Sementara luas kawasan tangkapan air ( catchment area ) semakin berkurang," ujar Meiki, Bandung, Senin, 6 Juni 2022.
Meiki menyebutkan kemungkinan besar hal itu terjadi akibat adanya 894 izin pengusahaan air tanah dan 163 izin pengeboran air tanah sampai dengan tahun 2020.
Sementara fungsi sungai sebagai sumber daya air juga semakin lemah akibat pencemaran dan sedimentasi.
"Banyak sungai di Jawa Barat dalam kondisi tercemar berat. 7 dari 41 sungai besar di Jawa Barat dalam kondisi kritis," ungkap Meiki.
Ketujuh sungai itu adalah Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Cisadane, Kali Bekasi, Sungai Ciliwung, Sungai Citanduy dan Sungai Cilamaya.
Meiki menambahkan alih fungsi lahan turut berkontribusi memperburuk kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat.
Di antaranya dari aktivitas pertambangan mineral dan non mineral di kawasan hutan, ruang terbuka hijau, karst, serta pesisir pantai.
"Berujung pada semakin menurunnya luasan hutan, kerusakan ekosistem pantai dan laut. Catatan Walhi Jawa Barat ada 352 izin usaha pertambangan di hampir semua kabupaten dan kota," tukas Meiki.
Faktor lain yang mempengaruhi kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat adalah ekspansi proyek strategis nasional ( PSN ) yang mengalihfungsikan lahan produktif pertanian juga hutan.
Data terakhir menunjukan ada 33 PSN di Jawa Barat. Sebagaian besar dari PSN itu adalah jalan tol dan bendungan.
"Belum lagi peningkatan emisi gas rumah kaca diakibatkan juga oleh meningkatnya alih fungsi lahan, aktivitas penggunaan energi fosil berlebihan," lanjut Meiki.
Hasil proyeksi hingga tahun 2030 besaran emisi gas rumah kaca Jawa Barat pada kondisi tanpa aksi mitigasi mencapai 135.212.417 ton eCO2.
Berita Terkait
-
Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar
-
Di Balik Rencana Zonasi Pesisir Jawa Tengah, Nelayan Khawatir Ruang Hidup Kian Menyempit
-
Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi
-
Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan