TANTRUM - Tema pembangunan Kota Bandung tahun 2023 sudah dirancang, yaitu meningkatkan ketahanan kota, mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial menuju Kota Bandung yang nyaman, sejahtera dan berdaya saing.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, tema tersebut untuk menggapai Kota Bandung yang nyaman, sejahtera dan berdaya saing.
“Untuk tahun 2023, pimpinan kita (Wali Kota Bandung) ingin memaksimalkan pembangunan. Sehingga temanya yaitu ‘Memantapkan kualitas infrastruktur dan lingkungan dalam mendukung perekonomian kota menuju Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis’,“ tutur Anton Sunarwibowo, Rabu (8/5/2022).
Hal itu diungkapkan Anton saat Rapat Evaluasi dan Asistensi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2023, di Balai Kota Bandung.
Anton mengatakan, untuk tema dan prioritas pembangunan Kota Bandung RKPD Kota Bandung tahun 2023 sebagai prioritas pembangunan kota Bandung antara lain;
1. Optimalisasi kualitas infrastruktur dan penataan ruang kota
2. Pelestarian lingkungan hidup dan berkualitas
3. Peningkatan dan pemerataan perekonomian kota
4. Pembentukan masyarakat kota yang humanis
5. Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat
6. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat
7. Pemantapan tata kelola pemerintahan
8. Sinergitas pembiayaan pembangunan. (yan)**
Sementara itu, terkait pembangunan Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat perencanaan anggaran secara efektif dan efisien. Penganggaran harus berorientasi pada kinerja.
"Perencanaan anggaran harus disusun secara sistematis. Tahapan penganggaran menjadi penting karena harus berorientasi pada kinerja organisasi, supaya perencanaan yang tersusun dapat tercapai," kata Ema.
Tag
Berita Terkait
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
3 Sepatu Lari Ringan dan Empuk, Rahasia Pelari Menjaga Kecepatan Tanpa Menguras Energi
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
4 Mobil Bekas Harga di Bawah Rp 95 Juta yang Masih Layak Dibeli 2026, Nyaman untuk Keluarga
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Contoh Surat Sehat Jasmani dan Rohani untuk Daftar Manajer Kopdes Merah Putih, Jangan Sampai Salah
-
Gunung Sampah 20.000 Ton di Bekasi Akhirnya Diangkut, 18 Truk Dikerahkan!
-
Kampus Darurat Kekerasan Seksual: Menggugat Budaya Diam di Lingkungan Akademik