Bisnis / Makro
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:34 WIB
Ilustrasi magang nasional. Foto: Seorang peserta memperlihatkan kartu pengenal Program Magang Nasional saat masa orientasi hari kedua di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Riau, Selasa (25/11/2025). [Antara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah akan melaksanakan Program Magang Nasional Batch 4 pada Juli 2026 untuk 150.000 peserta dengan anggaran Rp4,14 triliun.
  • Kemenaker mengkaji skema keterlibatan perusahaan untuk memberikan kontribusi uang saku serta meningkatkan komitmen pembinaan peserta magang nasional tersebut.
  • Pemerintah menargetkan pemerataan penempatan peserta magang di luar Pulau Jawa serta diversifikasi bidang keahlian di luar sektor administratif.

Suara.com - Pemerintah resmi mengumumkan Program Magang Nasional Batch 4 yang akan dilaksanakan pada Juli 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kalau Program Magang Nasional Batch 4 bakal menargetkan 150 ribu peserta. Adapun anggaran untuk program tersebut mencapai Rp 4,14 triliun.

"Terkait dengan program magang nasional dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 daripada peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun," kata Menko Perekonomian di kantornya, Selasa (26/5/2026).

Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta perusahaan yang terlibat dalam program Magang Nasional atau Magang Hub tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pemberian uang saku kepada peserta.

Selama pelaksanaan Magang Hub batch pertama pada Oktober 2025 hingga April 2026, uang saku peserta sepenuhnya masih ditanggung oleh pemerintah pusat. Ke depan, skema tersebut tengah dikaji agar perusahaan ikut menggaji peserta program pemerintah tersebut.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun ya tentu tidak dominan. Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan," ujar Yassierli saat penutupan kegiatan program Magang Hub, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam memberikan uang saku akan mendorong komitmen yang lebih kuat terhadap peserta magang, termasuk dalam pembinaan dan evaluasi kinerja.

Ia menyebut, saat ini sejumlah perusahaan sudah rutin melaporkan perkembangan peserta, baik secara harian maupun mingguan.

"Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Selain soal uang saku, Kementerian Ketenagakerjaan juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Magang Hub batch pertama, terutama terkait pemerataan penempatan peserta.

Yassierli mengakui, saat ini perusahaan mitra masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga peluang magang di daerah lain belum merata.

"Kita sudah harus mulai menjadikan program Magang Hub ini merata sebarannya, sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing," sebut Yassierli.

Ia juga menyoroti perlunya pemerataan dari sisi bidang keahlian atau program studi agar tidak hanya terfokus pada bidang tertentu seperti digital marketing atau administrasi.

"Termasuk juga sebaran dari segi kejuruan, dari segi program studi sebarannya, tidak spesifik hanya digital marketing, tidak spesifik hanya administrasi manajemen, tapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua program studi," jelas dia.

Load More