TANTRUM - Emas sudah lama menjadi aset pelindung keuangan di tengah inflasi dan di tengah gejolak ekonomi global. Namun kini muncul Bitcoin (BTC) yang disebut emas digital. Apakah Bitcoin lebih baik daripada emas?
Jordan Finneseth di Cointelegraph berargumentasi mengapa Bitcoin mungkin menjadi pilihan jangka panjang yang lebih baik dari emas.
Pertahanan Nilai
Alasan paling umum untuk membeli emas dan Bitcoin adalah karena mereka memiliki sejarah mempertahankan nilai di kala ketidakpastian ekonomi.
Fakta ini telah didokumentasikan dengan baik, dan tidak dapat disangkal bahwa emas telah menawarkan beberapa perlindungan kekayaan terbaik secara historis, meskipun tidak selalu mempertahankan nilainya.
Pedagang emas pernah mengalami penurunan harga yang lama. Misalnya, seseorang yang membeli emas pada bulan September 2011 harus menunggu hingga Juli 2020 untuk kembali ke zona hijau.
Dalam sejarah Bitcoin, tidak pernah membutuhkan lebih dari tiga hingga empat tahun agar harganya kembali dan melampaui level tertinggi sepanjang masa. Sehingga secara jangka panjang, BTC bisa menjadi penyimpan nilai yang lebih baik.
Lindung Inflasi
Emas secara historis dipandang sebagai lindung nilai yang baik terhadap inflasi karena harganya cenderung naik seiring dengan kenaikan biaya hidup.
Namun, melihat lebih dekat pada grafik untuk emas dibandingkan dengan Bitcoin menunjukkan bahwa sementara emas telah melihat kenaikan sederhana sebesar 21,84% selama dua tahun terakhir, harga Bitcoin telah meningkat 311%.
Di dunia di mana biaya hidup secara keseluruhan meningkat lebih cepat daripada yang dapat ditangani kebanyakan orang, memegang aset yang dapat melebihi kenaikan inflasi sebenarnya membantu meningkatkan kekayaan daripada mempertahankannya.
Sementara volatilitas dan penurunan harga pada tahun 2022 sangat menyakitkan, Bitcoin masih memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor dengan cakrawala waktu multi-tahun.
Bitcoin Mencerminkan Emas dalam Ketidakpastian Geopolitik
Emas dikenal memiliki nilainya selama masa ketidakpastian geopolitik karena orang-orang diketahui berinvestasi dalam emas ketika ketegangan dunia meningkat.
Sayangnya bagi orang-orang yang berada di zona konflik atau daerah lain yang rentan terhadap ketidakstabilan, membawa barang berharga adalah risiko. Dia akan menjadi sasaran penyitaan dan pencurian.
Berita Terkait
-
Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa
-
Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat
-
Membaca Daya Beli dari Antrean SPBU: Potret Ekonomi di Balik Pilihan BBM
-
Sosok Suami Raabi'atul Adawiyyah yang Memegang Kunci Ekonomi Brunei Hingga 2035
-
Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,7 Juta
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil