- Kerja sama energi RI-Rusia mencakup pembelian minyak hingga proyek kilang GRR Tuban.
- Indonesia bidik 40 GW dari energi terbarukan dalam target RUPTL 2025-2034.
- Rencana pembangunan dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 500 MW.
Suara.com - Pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih dengan memperluas kerja sama strategis bersama Federasi Rusia di sektor energi dan sumber daya mineral. Kesepakatan penting ini dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang digelar di Kazan, Rusia, pada Selasa (12/5/2026).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, yang hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memaparkan sejumlah rencana kerja sama konkret antara kedua negara. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi rencana pembelian minyak mentah, pengembangan ladang minyak dan gas (migas), hingga kelanjutan proyek strategis nasional kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.
"Kerja sama di sektor energi (dengan Rusia) telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi dan kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil," ujar Yuliot dalam keterangan resminya yang dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia juga memaparkan target ambisius yang tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Indonesia membidik tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 70 Gigawatt (GW) dalam satu dekade ke depan.
Menariknya, sebesar 40 GW atau sekitar 62 persen dari total target tersebut akan bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Sebagai bagian dari diversifikasi energi bersih, pemerintah Indonesia juga menargetkan pembangunan dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) modular dengan total kapasitas mencapai 500 Megawatt (MW).
Rangkaian sidang bilateral ini menghasilkan dokumen Agreed Minutes yang memuat cetak biru tindak lanjut kerja sama teknis. Tidak hanya terbatas pada sektor migas, LNG, dan LPG, Indonesia dan Rusia juga menyepakati kolaborasi strategis dalam hilirisasi mineral, metalurgi, serta standardisasi industri energi.
Forum SKB RI-Rusia ini menjadi mekanisme resmi yang vital bagi kedua negara untuk mengevaluasi dan memperkuat diplomasi ekonomi. Keterlibatan aktif Kementerian ESDM dalam dialog ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri, sekaligus memanfaatkan teknologi dan investasi internasional demi mempercepat transisi menuju era energi bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan
-
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
-
Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
-
Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi
-
Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
-
Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam
-
Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna
-
Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%
-
Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa