/
Rabu, 08 Juni 2022 | 11:59 WIB
Foto via Suara.com

“Basis pengguna kami terdiversifikasi, terutama di pasar bull. Tidak hanya orang-orang dari dunia crypto yang bergabung, tetapi dari latar belakang yang berbeda,” kata Manuel Beaudroit, CEO Belo.

Pengaruh Jatuhnya Terra Luna

Jatuhnya Terra yang berdampak pada pasar crypto umum mempengaruhi bursa di Amerika Latin. Buenbit dan Lemon dulu menawarkan pengembalian tahunan hingga 18% kepada pengguna yang mempertaruhkan UST melalui Anchor. 

Sekarang, kedua perusahaan telah mengganti nama sebelumnya UST menjadi USTC di aplikasi mereka, tetapi penjualan, perdagangan, dan penyimpanannya tetap ditangguhkan.

Kedua perusahaan telah mendaftarkan token LUNA baru dan mulai mengirimkannya kepada mereka yang sebelumnya telah berinvestasi di luna classic (LUNC) dan ust classic, kata mereka kepada CoinDesk.

“Setelah Terra jatuh, kepercayaan pada ekosistem crypto, secara umum, sedikit terkikis,” kata Liserra.

Bahkan Di Paolo dari Lemon mengatakan runtuhnya Terra memicu skenario di mana pengguna lebih memperhatikan dan mempelajari setiap proyek sebelum menginvestasikan uang mereka.

Bencana Terra tidak hanya memengaruhi bursa yang mencantumkan stablecoin UST, tetapi juga menciptakan ketidakpercayaan di antara pengguna di seluruh ekosistem kripto Amerika Latin, katanya.

Pasar Kripto di Indonesia

Selama beberapa tahun terakhir investor aset crypto di Indonesia tumbuh pesat hingga dua kali lipat. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) mengungkap per Februari 2022 jumlah investor aset crypto di Indonesia mencapai 12,4 juta investor melampaui investor saham sejumlah 7 juta.

Penetrasi investor aset crypto di Indonesia baru mencapai 4% dari total populasi, untuk itu pertumbuhan kepemilikan aset crypto di Indonesia diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Menurut Jeth Soetoyo, Founder & CEO PINTU, pasar aset crypto di Indonesia menunjukan pertumbuhan yang luar biasa selama satu tahun terakhir.

“Kami melihat pertumbuhan positif ini didorong oleh beberapa faktor seperti regulasi yang lebih jelas, serta adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap aset crypto,” ujar Jeth Soetoyo, dalam keterangan resminya.

Sejak melakukan investasi pada bulan Agustus tahun lalu, disebutkan bahwa PINTU, platform investasi dan perdagangan kripto di Indonesia, telah mengalami peningkatan hingga 5 kali lipat dan telah menjadi platform layanan investasi aset crypto terkemuka di Indonesia.

Pertumbuhan pasar kripto bisa dilihat dari besarnya komunitas Pintu yang terdapat di Telegram, Discord, Instagram, dan Tiktok dengan total lebih dari 790.000 pengikut aktif setiap bulannya.

Load More