TANTRUM - Sebanyak 149 pemuda-pemudi dari 34 provinsi di Indonesia terpilih menjadi calon 'Laskar Rempah' mengikuti napak tilas di enam titik jalur perdagangan rempah Nusantara.
Dengan menggunakan KRI Dewaruci pelayaran 'Muhibah Jalur Rempah' digelar perdana oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Titik jalur perdagangan rempah Nusantara yaitu Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Buton, Ternate, Tidore, Banda, dan Kupang.
"Para 'Laskar Rempah' dilihat bagaimana kepedulian mereka terhadap ekosistem bahari," ujar Direktur Pengembangan dan Pembinaan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Restu Gunawan ditulis Minggu, 12 Juni 2022.
Restu mengatakan nantinya mereka harus menulis yang berkaitan dengan sejarah maritim ataupun tentang maritim.
Alasannya, jika terpilih nanti minimial sudah memiliki bekal pengetahuan, tidak sekedar orang awam tentang maritim kemudian yang tetiba ikut serta.
"Kita perhatikan juga kesiapan fisik mereka," kata Restu.
Selain itu, tim seleksi juga melihat keaktifan peserta di media sosialnya. Gunanya untuk menyambungkan antara kebudayaan di satu titik ke titik yang lain.
Sehingga peserta sambil berlayar juga memperhatikan ketersambungan antarlokasi ini.
"Di setiap titik-titik ini kita perlu mengangkat hal penting (highlight-highlight) dari setiap titik (lokasi) dan mencari keunggulannya,” lanjut Restu.
Restu mengungkapkan para peserta sangat antusias dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan.
Saat kapal bersandar di pelabuhan, selama di darat peserta menanam cengkeh dan lada dalam rangka merevitalisasi.
Kemudian, mereka menulis pengalaman tersebut ke dalam log harian yang nantinya akan dicetak sebagai bahan pembelajaran.
Tag
Berita Terkait
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
Ratusan Guru di Jawa Timur Belajar AI dan Literasi Keuangan, Siap Hadapi Era Digital
-
Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Review 3 Pilihan Lip Serum yang Bagus untuk Memerahkan Bibir, Harga Rp20 Ribuan
-
Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu
-
Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu