/
Kamis, 16 Juni 2022 | 10:50 WIB
suara.com

TANTRUM - Platform toko online Shopee dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di beberapa wilayah operasional mereka,  terutama di wilayah Asia Tenggara, Argentina, Chili, Meksiko dan Spanyol.

Informasi tersebut diketahui dari sebuah memo internal yang bocor.  Dalam memo yang dikirim, CEO Shopee Chris Feng mengatakan pihaknya membuat beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan operasi di segmen dan pasar tertentu.

Shopee Indonesia memastikan kebijakan tersebut, tidak terdampak perubahan arah bisnis yang tengah dilakukan perusahaan di sejumlah wilayah, yakni Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin.

"Langkah penyesuaian yang diambil pada segmen dan pasar tertentu, dipastikan tidak melibatkan Shopee Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja di Jakarta, Rabu (15/6).

Handhika mengatakan, Shopee Indonesia terus menunjukkan performa yang baik, sehingga akan tetap menjadi pasar prioritas untuk mengembangkan bisnis, termasuk membantu lebih banyak UMKM dan pengguna merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi digital.

Di Indonesia, Shopee mempekerjakan lebih dari 20 ribu karyawan dalam berbagai lini bisnis seperti Shopee, ShopeePay, dan ShopeeFood, di mana lebih dari 50 persen bergabung sejak di awal pandemi COVID-19.

"Kami juga terus merekrut talenta-talenta terbaik untuk mengembangkan tim kami," kata Handhika.

Ia mengatakan, Shopee Indonesia juga masih aktif merekrut talenta-talenta digital melalui program Sea Labs Indonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2022 lalu. Adapun program tersebut bertujuan membangun tim yang terdiri dari 1.000 talenta digital Indonesia.

"Misi Shopee di Indonesia tetap sama, yakni mewujudkan kehidupan yang lebih baik, bagi mereka yang belum terlayani dengan baik, melalui teknologi dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk menciptakan berbagai kerja sama strategis demi mewujudkan misi ini," ujar Handhika.

Ia mengklaim, Shopee menghadirkan berbagai inisiatif untuk memajukan UMKM di Indonesia, termasuk Kampus UMKM Shopee yang hadir di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dan telah melatih puluhan ribu UMKM lokal keterampilan bisnis digital.

"Selain itu, terdapat program Java in Paris yang membawa ribuan produk UMKM lokal di Shopee tembus kurasi dan bisa dijual di Paris," katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menegaskan, saat ini Indonesia berada di urutan keenam negara dengan jumlah startup digital terbanyak, yakni 2.380 perusahaan. 

Johnny mengatakan, pemerintah terus berupaya mengembangkan ekosistem yang memudahkan investasi agar tumbuh lebih banyak untuk menopang perkembangan ekosistem digital.

Ia meyakini peluang bagi startup digital akan selalu ada karena besarnya potensi ekonomi digital nasional. Oleh karena itu, Menkominfo mengajak semua pihak mendorong pengembangan ekosistem digital nasional.

"Potensi digital economy Indonesia ini kan 40 persen dari Digital Economy ASEAN dan punya punya valuasi prognosis sekitar 315 Miliar dollar AS pada tahun 2030 mendatang. Market digital ekonomi kita besar, jangan takut dan khawatir.

Load More