/
Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:33 WIB
Annam W/Pexels

"Komite ini beranggotakan 23 orang dari unsur pentaheliks. Ini menjadi representasi ke 17 sub sektor ekonomi kreatif di Kota Bandung," ucap Kenny. 

Kenny menjelaskan, tujuan dibentuknya komite tersebut salah satunya kordinasi antar pihak dalam rangka penataan dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Tujuannya yaitu sebagai mitra Pemkot Bandung menjadi lembaga pemerintah non struktural, berfungsi memberikan usul, saran, masukan dan pertimbangan kepada Wali Kota Bandung. Juga komunikasi juga kordinasi yang sinergi agar lebih produktif," jelas Kenny.

Sedangkan Ketua Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bandung, Dwi Purnomo menyatakan bahwa Kota Bandung sebagai barometer kota krearif, siap untuk berkolaborasi. 

"Kita siap membantu dengan berbagai program Pemkot Bandung, kota krearif juga lebih inklusif, dengan cara baru di era pandemi ini, " kata Dwi. 

Dwi mengungkapkan, Kota Bandung dengan Covid-19 yang relatif terkendali, mampu mengakselerasi lebih membuni dalam pengembangan ekonomi. 

"Kota Bandung yang cukup melandai ini, bisa akselerasi kota kreatif dunia," ujar Dwi. 

Dwi berharap, di Kota Bandung semakin banyak lahir ekonomi kreatif dengan lebih terukur.

"Banyak rekognisi yang mendudukkan Kota Bandung sebagai 'hub' krearif tingkat nasional bahkan internasional," ungkap Dwi.

"Sebenarnya ada juga harapan yang bisa lebih banyak ekraf. Soal struktur sudah dikembangkan dengan memanfaatkan kinerja ekraf ini lebih terukur dan dipertanggung jawabkan," tukas Dwi. 

Menurutnya, beberapa event besar di Kota Bandung menjadi barometer daerah lain. Sehingga, lanjut Kenny perlu dijaga keberlanjutannya agar semakin baik. 

"Beberapa acara besar di Kota Bandung menjadi barometer, ini perlu dijaga keberlanjutannya. Bisa menjaga kembali event contoh di level nasional," sebut Dwi.

Load More