TANTRUM - Baru-baru ini program studi Astronomi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB (FMIPA ITB), Observatorium Bosscha, menggelar kolokium tentang rencana penyambutan Gerhana Matahari Total 2023 bertajuk program “Pendidikan Gerhana untuk Sekolah dan Masyarakat”.
Hasilnya diketahui bahwa gerhana yang akan berlangsung Kamis, 20 April 2023, itu bisa disaksikan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tentunya dengan tingkat gerhana yang berbeda-beda.
Pemateri kolokium dari Observatorium Bosscha, Yatny Yulianti, mengatakan gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari, sehingga mengaburkan pandangan bumi terhadap matahari secara total atau sebagian.
Konfigurasi ini hanya dapat terjadi selama bulan baru, ketika matahari dan bulan berada dalam konjungsi seperti yang terlihat dari bumi.
Yatny menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah darat di Indonesia akan dilewati oleh gerhana matahari total secara penuh dan hampir penuh.
“Berbagai daerah yang akan dilalui jalur total gerhana matahari total 2023 di Indonesia adalah daerah Indonesia bagian timur seperti Papua, Papua Barat, dan Maluku. Sementara berbagai daerah yang mendapat gerhana hampir sepenuhnya adalah Ambon dan Kupang. Untuk daerah di pulau Jawa dan Bali mendapat sekitar 38% hingga 69% gerhana,” paparnya, dicuplik dari web ITB, Minggu (19/6/2022).
“Sebagian kecil daerah di pulau Sumatera seperti Padang dan Pekanbaru hanya mendapat gerhana sebesar 9% hingga 12%. Kota Bandung akan mendapatkan gerhana matahari sebesar 42,81%," jelas Yatny.
Untuk menyambut gerhana matahari total 2023 ini, Observatorium Bosscha menyiapkan program pendidikan yang ditujukan untuk siswa sekolah, guru, fasilitator pendidikan, serta komunitas astronom amatir.
“Materi yang akan dijelaskan adalah materi terkait sistem Bumi - Bulan - Matahari yang mengkomplemen materi ajar di sekolah dengan sederhana, jelas, dan efektif. Untuk output-nya, diharapkan dapat tersedia bahan ajar yang mudah disampaikan dalam bentuk prototipe paket edukasi gerhana matahari untuk sekolah dan juga terselenggaranya kegiatan pendidikan dan pengamatan gerhana matahari untuk sekolah,” terang Yatny. Secara garis besar, Paket Edukasi Gerhana ini ditujukan untuk membantu guru dalam menghadirkan sains astronomi untuk anak 4 - 13 tahun di seluruh Indonesia.
“Isi dari Paket Edukasi Gerhana 2023 yang akan disediakan di antaranya adalah brosur, buku saku, kacamata matahari, poster, dokumen panduan, lembar data gerhana di lokasi tujuan, dokumen evaluasi, lembar aluminium foil, stiker UNAWE Indonesia & Observatorium Bosscha, masker kesehatan, dan USB memory card,” papar Yatny.
Selain itu, juga disediakan program pendidikan untuk masyarakat yang akan menyediakan informasi terkait gerhana yang mudah diakses dan dipahami melalui laman situs web GMT 2023 dan kampanye melalui brosur dan media sosial yang disebut dengan diseminasi sains gerhana. Observatorium Bosscha juga berencana untuk melakukan pengamatan gerhana matahari bersama masyarakat di lokasi yang dilewati jalur gerhana melalui kegiatan ekspedisi gerhana dan juga melalui livestream.
Berita Terkait
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Erick Thohir Bicara Tambahan Pemain Naturalisasi, Ada dari Jerman dan Belanda?
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
4 Rekomendasi Exfoliating Cleanser Lokal untuk Wajah Bersih Maksimal
-
Diproduksi Lionsgate, Film Terbaru The Blair Witch Project Tayang pada 2027
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang