TANTRUM - Mungkin bukan hal yag istimewa saat membahas dengungan nyamuk. Alasannya itu hal yang biasa dalam kehidupan, apalagi di musim pancaroba.
Puncak pembahasan soal dengungan nyamuk itu usai anda diganggu habis - habisan oleh 'mereka' saat hendak tidur. Dipastikan besok hari akan muncun percakapan soal ini dengan keluarga.
Anehnya, hampir semua bahasan atau pun cerita soal dengungan nyamuk ini acap kali menyerang disekitar telinga.
Tapi jangan berburuk sangka terlebih dahulu, kata Michael Riehle, seorang Profesor Entomologi, dicuplik dari situs livescience menjelaskan dengung di telinga sebagian besar hanyalah efek samping dari kepakan sayap.
Pelakuya adalah nyamuk betina mencari makan darah setelah kawin agar memiliki energi untuk menghasilkan telur.
"Dari kejauhan, nyamuk betina memberikan isyarat pada karbon dioksida yang kita hembuskan dari tubuh kita. Karbon dioksida merangsang nyamuk betina mulai mencari inang, terbang bolak-balik mengikuti arahnya dan kembali ke sumbernya," ujar Riehle ditulis Rabu, 22 Juni 2022.
Menurut Riehle tabiat nyamuk betina berbeda dengan nyamuk jantan yang menghisap nektar bunga.
Pertanyaanya kini kenapa harus menyerang telinga ? Alasannya, nyamuk berdengung di sekitar kepala karena merupakan sumber karbon dioksida paling banyak.
Saat nyamuk menangkap panas tubuh dan gumpalan karbon dioksida di korban. Melalui sensor pengecap di kakinya, nyamuk betina dapat menentukan darah manusia atau hewan yang cukup untuk energinya.
Riehle menjelaskan kulit manusia mengeluarkan aroma unik yang menarik beberapa nyamuk menghisap darah.
"Penghisap darah ini juga menyukai orang-orang yang memakai busana berwarna gelap," tukas Riehle.
Meskipun mengganggu, dengungan ini menjadi musik bagi nyamuk jantan. Faktanya, sayap jantan mengepak frekuensi yang lebih tinggi daripada betina.
Para nyamuk lebih cenderung mencari area tubuh yang mengandung bakteri, seperti kaki.
Bunyi tersebut keluar dari kepakan sayap nyamuk. Lebih sekadar cara untuk mengganggu, dengungan nyamuk membantu mereka menemukan pasangan yang cocok.
Melansir mosquitoreviews, sayap nyamuk betina lebih besar dan lambat, dan nyamuk jantan mengetahuinya.
Berita Terkait
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
7 Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah dan Detak Jantung
-
Sinopsis Film Ikatan Darah, Kala Derby Romero Diburu Gangster!
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas