- Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya pada Rabu, 4 Juni 2026.
- Penahanan dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot jabatan ketiga orang tersebut akibat adanya proses penyelidikan hukum.
- Penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan intensif di kantor Badan Gizi Nasional Jakarta untuk mendalami konstruksi perkara tersebut.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, Rabu (4/6/2026).
Ketiganya ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Pantauan Suara.com di Kejagung, Dadan, Lodewyk, dan Sony keluar dari Gedung Jampidsus dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan Agung.
Ketiganya tampak diborgol sebelum digiring menuju mobil tahanan yang telah menunggu di halaman gedung.
Penahanan tersebut terjadi di tengah penyelidikan yang terus berkembang di tubuh Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, penggeledahan di kantor BGN di Jakarta masih terus berlangsung. Sejumlah penyidik Kejagung bahkan kembali mendatangi kantor tersebut pada Rabu sore.
Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya sembilan penyidik berseragam Kejaksaan Agung, beberapa di antaranya bertuliskan Pidsus, tiba sekitar pukul 15.25 WIB. Rombongan tersebut juga mendapat pengawalan dari anggota TNI.
Meski dicegat wartawan, para penyidik memilih bungkam. Mereka hanya tersenyum singkat dan langsung memasuki gedung kantor BGN.
Sekitar 25 menit kemudian, lima penyidik lainnya kembali datang tanpa pengawalan. Mereka juga tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Baca Juga: Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya
Diketahui, Kejagung mulai menggeledah kantor BGN sejak Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Penggeledahan sempat dilakukan di lantai 2, 3, dan 8, sebelum akhirnya difokuskan di lantai 2 yang merupakan area ruang pimpinan BGN.
Penggeledahan dan penahanan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Sebelum ditahan, ketiganya juga diketahui telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejagung. Namun hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang sedang ditangani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
15 Jam Geledah Kantor BGN, Kejagung Bawa Satu Kotak Kontainer Diduga Barang Bukti
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas
-
KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
-
Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN
-
Dosen PPPK Resmi Diarahkan Menjadi PNS, Ini Mekanismenya
-
Komunikasi Istana Dinilai Kehilangan Arah, Publik Jenuh dengan Drama Elite