TANTRUM - Sebanyak 1.784 tim pemeriksa kesehatan hewan kurban dikerahkan oleh Pemerintah Jawa Barat menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.
Itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang hendak disembelih berada dalam keadaan sehat tidak terpapar penyakit mulut kuku (PMK) dan sesuai dengan syariat Islam.
"Pemeriksaan akan mulai dilaksanakan dari H-14 Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. tim pemeriksa kesehatan ini terdiri dari Pemda Provinsi Jawa Barat, kota dan kabupaten, Ikatan Dokter Hewan Jawa Barat, dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditulis Bandung, Jumat, 24 Juni 2022.
Ridwan Kamil menerangkan anggota tim pemeriksa kesehatan hewan kurban ini dibantu petugas dari balai veteriner dan balai inseminasi buatan.
Seluruh petusgas ini akan memastikan kesehatan 800 ribu hewan kurban pada 2022 ditargetkan akan dipotong.
"Pada saat pelaksanaan (hari H) tidak ada hewan-hewan sakit atau tidak layak yang dipotong sebagai hewan kurban. Kami pastikan hewan kurban yang nanti dipotong adalah hewan kurban yang sehat dan sesuai dengan syariah," kata Ridwan Kamil.
Mereka dalam waktu bersamaan akan memeriksa langsung di lokasi bertugas penanggulangan PMK.
Berdasarkan data otoritasnya, sebesar 40 persen hewan yang terdampak PMK sudah berangsur sembuh.
"Tingkat kesembuhan naik, dan partisipasi dari masyarakat juga sangat baik. Budaya menggunakan obat-obatan tradisional juga dilakukan, sehingga diharapkan dalam waktu dekat penyakit ini bisa diselesaikan," ucap Ridwan Kamil.
Tidak hanya hewan yang sakit, hewan yang sehat di 27 daerah di Jawa Barat rencananya akan di vaksin.
Sebanyak 120 ribu vaksin telah disiapkan pada agenda penyuntikan terhadap hewan sehat di seluruh Jawa Barat.
Tag
Berita Terkait
-
Situ Cileunca Menyusut 40 Meter, Ancaman Air Bersih Mengintai Bandung Raya
-
Debit Sungai Citarum Menyusut, Alur Sungai Mulai Dipenuhi Sedimentasi dan Sampah
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah
-
Dua Bulan Lagi Bebas! Acil Napi Lapas Warungkiara Malah Kabur Gara-gara Ditegur Main HP
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
Terkini
-
Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca
-
Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70
-
Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta
-
KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS
-
Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya
-
Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu
-
Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja
-
Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan
-
Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax
-
Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?