Indonesia sangat ketergantungan pada gandum terutama untuk bahan baku mi, yang sangat digemari oleh penduduk di dalam negeri. Padahal 100 persen gandum adalah produk impor.
Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sumber pangan alternatif mi berbahan lokal.
Pengembangan ini, untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan pangan lokal di Indonesia.
"Penelitian pangan lokal terus dikembangkan hingga diversifikasi produk pangan tercapai," kata Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari di Jakarta, Senin, 27 Juni 2022.
Puji menuturkan peneliti PRTPP BRIN terus mengeksplorasi bahan baku mi non-gandum dari sumber bahan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor yakni gandum.
Beberapa potensi bahan baku mi yang telah dikembangkan oleh para peneliti di BRIN adalah mi dari jagung, sagu, dan mocaf.
Peneliti teknologi pangan fungsional nabati PRTPP BRIN R Cecep Erwan mengatakan, mi dari bahan baku gandum memiliki kandungan gluten yang membuat teksturnya elastis, sehingga dapat diterima oleh konsumen pasar.
"Tantangannya adalah harus mampu membuat bahan baku mi dari bahan lokal, yang dapat diterima oleh konsumen di pasar," katanya.
BRIN telah melakukan riset pemanfaatan bahan baku lokal seperti umbi-umbian sebagai pengganti gandum, salah satunya adalah umbi suweg yang diolah menjadi pati suweg dengan teknik modifikasi Heat Moisture Treatment (HMT).
Baca Juga: Lebih Sempurna! Ini Layanan Saat Puncak Haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina Tahun 2022
Teknik tersebut merupakan suatu metode modifikasi pati secara fisik dengan cara memberikan perlakuan panas pada suhu di atas suhu gelatinisasi (80-120 derajat Celsius) dengan kondisi kadar air terbatas atau di bawah 35 persen.
"Pati suweg ini diolah dengan teknik modifikasi HMT agar dapat mengubah sifat psikokimia, sifat fungsional, dan karakteristik pasta pati suweg sebagai bahan baku pembuatan mi," ujar Cecep.
Sementara itu,peneliti PRTPP BRIN Alit Pangestu mengembangkan mi dari bahan baku sagu. Terdapat 5,5 juta hektare lahan sagu di Indonesia, sehingga Indonesia sangat berpotensi dalam menghasilkan produk mi dari sagu.
"Nilai plus dari sagu ialah memiliki karakter yang mirip dengan tepung terigu, bebas gluten, sehingga lebih sehat dan bergizi," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring