TANTRUM - Penyakit paru dapat menyerang siapa saja. Ditambah saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.
Terutama, mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Seperti perokok aktif juga bagi yang sering terpapar asap rokok, mudah terkena penyakit Bronchitis Kronis dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).
Kelompok rentan lainnya dicuplik dari suara.com, yaitu mereka yang aktivitasnya sering terpapar debu atau zat kimia dalam waktu lama.
Dampaknya dapat mengalami iritasi dan peradangan pada paru karena debu dan zat kimia bisa masuk ke saluran pernafasan. Sehingga menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Mereka yang tinggal di daerah perkotaan rentan terpapar polusi udara dari emisi gas buang kendaraan, asap pembakaran sampah, dan pabrik serta asap dan uap dari dapur.
"Jangan remehkan penyakit paru walau beberapa penyakit masih bisa disembuhkan, seperti infeksi Bronchitis akut, Pneumonia, ISPA, TB. Tetapi, tingkat kesembuhan atau keparahan pasien dipengaruhi oleh sistem imun, usia, dan keberadaan penyakit penyerta (komorbiditas)," kata Senior Manager Medical Underwriter Sequis, dr. Fridolin Seto Pandu ditulis Jumat, 1 Juli 2022.
Ada juga penyakit paru yang kemungkinannya untuk sembuh sangat sedikit, karena sudah terjadi dalam jangka panjang.
Jenis pengobatan dan masa pengobatan tergantung tingkat kritisnya. Jika pun dapat sembuh, kemungkinan sudah terdapat penurunan dari fungsi paru tersebut. Seperti, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) atau kanker paru.
Penyebab utama penyakit ini dapat berbeda-beda tapi umumnya terjadi karena merokok dalam jangka waktu lama (tahunan) dan terpapar polusi udara menahun.
Baca Juga: Subsidi Bengkak, Anggaran Belanja Negara Naik Hingga Rp3.169 Triliun
Lalu, bagaimana cara terbaik menjaga kesehatan paru? Nenurut dr. Fridolin, pastinya dengan menghindari penyebab penyakit-penyakit tersebut.
“Jangan tidur di lantai tanpa alas, sebaiknya berhenti merokok, dan hindari asap rokok serta paparan polutan lainnya. Baik juga jika tidak bepergian pada malam hari atau jika tidak dapat dihindari maka gunakan pelindung yang aman, seperti pakaian lebih tebal atau jaket saat berkendara. Gunakan juga masker KN95 atau KF94 saat di ruang publik,“ ujar Fridolin.
Fridolin juga menyarankan masyarakat menjaga kebersihan udara di rumah dengan membersihkan pendingin, jendela, ventilasi, dan memastikan sirkulasi udara di rumah tetap lancar.
Kebersihan diri juga penting diperhatikan, misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum, sesudah makan, dan setelah buang air.
Fridolin mengingatkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan imunitas sehingga perlu aktif bergerak, rutin berolahraga, dan menyeimbangkan waktu bekerja dengan beristirahat, memperhatikan asupan gizi serta menghindari stres berlebih.
Namun penting juga diingat, meski kita sudah menjaga kesehatan dengan baik, ada banyak faktor luar yang masih dapat mengganggu kerja sistem paru.
Faktor luar ini tidak dapat kita kontrol. Misalnya saja, penyebaran polusi yang semakin tinggi sementara Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin sedikit.
Jangan lupa pula dalam dua tahun terakhir masih pandemi Covid-19. Virus ini dapat mengganggu sistem pernafasan dengan tingkat keparahan yang berbeda pada penderitanya.
Pasien yang sudah sembuh pun ada yang masih merasakan gejala Covid-19 dalam jangka waktu lama (long covid) yang menyerang otak dan paru-paru.
Itu sebabnya, mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit paru harus ekstra waspada terkena infeksi Covid-19, karena berisiko memperparah penyakit paru yang ada dan butuh penanganan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
-
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat di Surakarta 27 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!
-
Jadwal Imsak di Semarang 27 Februari 2026: Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan!
-
Julian Villa Menggila, Borneo FC Hajar Arema FC 3-1 di Segiri
-
Jadwal Imsak Bukittinggi Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Kota Padang Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 27 Februari 2026, Lengkap Waktu Salat dan Niat Puasa
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana