TANTRUM - Skin tag adalah daging tumbuh di permukaan kulit di sekitar leher dan ketiak.
Skin tag ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Tapi, ada orang yang memiliki skin tag dan ada pula yang tidak.
Dicuplik dari suara.com 5 Juli 2022, menurut Dr. Soumya Jagadeesan, Associate Professor, Dermatology, Amrita Hospital, Kochi, skin tag disebut sebagai acrochordon adalah pertumbuhan jinak dari kulit yang berwarna gelap.
Skin tag ini paling sering terletak di leher, aksila, dan lipatan inguinal (biasanya di daerah intertriginosa), meskipun mereka dapat muncul di hampir semua bagian kulit.
Warna, tekstur, ukuran dan lebar alasnya bisa bervariasi. Biasanya mereka tidak menimbulkan gejala apapun dan pertumbuhannya sangat sangat lambat.
Tapi dilansir dari Times of India, bahwa skin tag bisa terjadi karena tag kulit terjadi karena resistensi insulin dalam tubuh.
"Skin tag paling umum muncul di leher dan ketiak. Saat insulin tidak bisa bertindak sebagaimana mestinya, skin tag ini bisa menandakan diabetes yang akan datang," kata Dr Dheeraj Kapoor, Kepala Endokrinologi, Rumah Sakit Artemis, Gurgaon.
Skin tag biasanya muncul bertahun-tahun sebelum onset. Karena itu, skin tag ini disebut sebagai tanda peringatan diabetes yang akan datang.
Tapi, munculnya skin tag ini tidak selalu menandakan kontrol insulin yang buruk. Tanda insulin yang buruk adalah adanya penggelapan dan penebalan kulit di daerah leher, yang disebut Acanthosis nigricans.
Baca Juga: Korban Banjir Rob di Aceh Barat Mulai Balik ke Rumah
Pengujian harus dilakukan segera setelah timbulnya skin tag. Kondisi ini biasanya terlihat pada orang yang kelebihan berat badan.
Jika pasien bukan diabetes, maka pemeriksaan tahunan sangat penting bagi orang dalam kondisi pra diabetes.
“Pasien yang mendapatkan skin tag ini sering memiliki penyakit penyerta termasuk obesitas, diabetes, atau pradiabetes," kata Dr Soumya.
Karena itu, dokter biasanya menyarankan pola makan sehat, olahraga, dan perilaku lainnya.
Skin tag tertentu mungkin tidak dapat dibedakan dari tumor jinak tertentu yang terjadi sebagai bagian dari sindrom bawaan atau varian dari karsinoma sel basal.
Oleh karena itu pendapat ahli dapat dicari dalam kasus atipikal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Belajar dari Kasus Ahmad Dhani, Ini 5 Cara Pulihkan Akun Instagram yang Diretas
-
Berapa Harga Sapi Kurban 2026? Ini Rinciannya Berdasarkan Jenis dan Bobot
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
BRI Bayar Dividen Tunai Rp31,47 Triliun, Strategi Laba Tetap Berkelanjutan
-
Dividen BRI 2025 Tembus Rp52,1 Triliun, Didukung Kinerja dan Laba Solid
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
Wangi Parfum Fruity seperti Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Menyegarkan Mulai Rp50 Ribuan
-
Gunung Dukono Erupsi, 2 WNA Tewas